Ketik disini

Headline Sportivo

Atletik Masih Jadi Andalan NTB

Bagikan

Di PON XVIII 2012 lalu, NTB sukses melampaui target. Karena saat itu NTB meraih 11 medali emas. Torehan medali lebih banyak dari target 10 emas yang dipatok pemerintah daerah. Kesuksesan ini ingin diulang NTB pada PON XIX 2016 di Jawa Barat dengan memasang target 15 medali emas.

PESTAA�Olahraga Nasional (PON) diadakan setiap empat tahun sekali. Even ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia. NTB menjadi salah satu daerah yang dipastikan ikut berpartisipasi. Segala bentuk persiapan kini telah dilakukan oleh KONI NTB yang menjadi induk dari cabor. Terlebih pemerintah daerah telah memberikan target 15 medali emas.

Keberhasilan atlet-atlet NTB di beberapa kejuaraan nasional (kejurnas) maupun level dunia beberapa tahun terakhir menunjukan bahwa perkembangan olahraga di NTB semakin maju. Begitupun di setiap ajang empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Jika menoleh ke belakang, kiprah NTB dalam ajang PON terus mengalami peningkatan. Baik prestasi maupun skill atlet. Grafik perolehan medali emas yang menjadi acuan di ajang PON, dari tahun ketahun mengalami perubahan. Tentunya hal tersebut ikut mempengaruhi posisi NTB di level nasional yang semakin membaik dan cukup diperhitungkan.

Terahir kali, NTB mencatat hasil yang luar biasa dalam PON XVIII 2012 di Riau. Saat itu, KONI NTB menargetkan 10 medali emas untuk seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Hasilnya para atlet NTB berhasil memperoleh 11 medali emas, 5 perak dan 7 perunggu.

Dampaknya, peringkat NTB melonjak ke posisi 12 klasmen akhir perolehan medali. Prestasi tersebut terbilang melesat dan patut membuat bangga masyarakat NTB. Cabang olahraga yang diikuti kontingen NTB kala itu, sebanyak 18 cabor. Diantaranya; atletik, voli pasir, pencak silat, tinju, tarung derajat, kempo dan gantole. Dari keseluruhan cabang olahraga (cabor) tersebut atletik memberikan sumbangan emas terbanyak.

Jika dibandingkan PON XVII 2008 di Kaltim. NTB hanya mampu memperoleh 15 medali. Terdiri dari 3 emas, 3 perak dan 9 perunggu. Berkat perolehan medali tersebut, NTB harus rela dan puas tercecer di posisi 25.

Lalu bagaimana dengan PON XIX 2016 di Jabar? Mampukah NTB menjadi target tersebut. Tentunya, di PON tahun depan, publik olahraga Bumi Gora tidak ingin mengenang kembali moment PON 2008 di Kaltim. Mungkin tidak juga mengingat bahkan melupakan sejenak prestasi prestisisus yang diraih di Riau. Nyatanya, semua komponen yang terlibat di PON Jabar tahun depan telah dibebani tugas yang sangat berat. Mereka ditargetkan bisa meraup 15 emas.

Mereka yang terlibat dalam hal ini atlet, pelatih, dan KONI NTB telah sepakat dengan target tersebut. Saat ini, mereka semua tengah fokus mempersiapkan diri menyambut perayaan PON XIX 2016 di Jabar. Segala bentuk persiapan mulai dari pelatda, try out dan mengikuti Kejurnas telah dijalankan beberapa cabor.

Ketua Umum KONI NTB Andy Hadianto mengamini hal tersebut. Pria berkacamata ini mengaku, pada PON XIX Jawa Barat pada 2016 mendatang, pihaknya telah menargetkan atlet-atlet NTB bisa merengkuh 15 medali emas.

a�?Kami tetap optimis bisa menggapai target tersebut. Untuk itu, berbagai persiapan terus dilakukan. Ini tentunya salah satu alasan mengadakan sentraliasi Pelatda yang cukup panjang dan terbilang cepat,a�? terangnya saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberhasilan yang ditunjukkan atlet-atlet NTB dengan berhasil meraih juara dibeberapa kejuaraan nasional (kejurnas) tahun ini juga menjadi alasan pihaknya optimis di PON Jawa Barat. a�?Prestasi yang ditorehkan para atlet semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka. Semoga tetap dipertahankan seperti itu,a�? harapnya.

Andu pun berharap pada PON 2016 mendatang, target 15 medali emas tersebut bisa terealisasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa dilampaui. Oleh karena itu, dirinya mendorong agar para atlet mampu menjaga konsentrasi dan tetap konsisten selama mengikuti segala latihan persiapan Pra PON maupun PON.

a�?Jika prestasi olahraga kita baik, maka hal itu akan menularkan optimisme ke banyak pihak. Itu menjadi suatu kebanggaan bagi NTB,a�? sambungnya.

Dikatakan, saat ini, KONI NTB telah menyiapkan 39 atlet yang ikut masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Sementara, jumlah peserta pelatda sebanyak 43 orang dari 12 cabor. a�?Sudah ada beberapa cabor yang ikut Kejurnas diantaranya futsal dan Voli pasir. Kan tiap Cabor pelaksanaan Kejurnasnya berbeda. Kalau sudah selesai kami tinggal menunggu kapan pelaksanaan Pra PON,a�? jelasnya.

Untuk cabor unggulan yang selalu mendapat medali emas PON diantaranya atletik, tinju, tarung derajat, menembak, voli pasir, pencak silat, kempo dan BMX. Kata Andi, KONI NTB akan melihat hasil Pra PON mendatang, sebelum bicara target di PON.

a�?Kami akan lihat hasilnya di Pra PON, cabor mana yang lolos, barulah kami bicara target di PON 2016. Kami juga sedang melakukan verifikasi atlet setiap cabor dan menganalisa kekuatan KONI provinsi lain sebagai perbandingan,a�? tandasnya.
Salah satu cabor yang menjadi tumpuan emas NTB adalah atletik. Tidak dipungkiri, cabor atletik menjadi kantong emas NTB di ajang PON dua tahun terahir. Cabor yang mengandalkan kekuatan fisik ini menjelma menjadi cabor yang diperhitungkan dan menggantungkan penuh harapan masyarakat NTB.

Beberapa atlet NTB dari cabang olahraga ini, sebut saja, Iswandi, Fadlin, Ridwan, Andrena dan I Dewa Ayu Ita Ariyanti berhasil meraih medali emas. Termasuk beberapa atlet dari cabang olahraga voli pantai, muaithay dan karate.

a�?Tidak banyak provinsi seperti NTB yang prestasi olahraga di level nasional bisa melejit. Inilah yang menjadi semangat kami membina dan melatih atlet setiap harinya. Khususnya cabor atletik,a�? ungkap Subagio pelatih atletik Pelatda NTB.

Oleh karena itu, katanya, para peraih medali di PON XVIII itu patut diberi bonus atas prestasi yang telah mengharumkan nama NTB di kancah nasional. Beberapa atlet yang berpeluang mendulang kembali prestasi tersebut yakni, di nomor lari 1.500 meter putra ada Ridwan yang berhasil menyumbangkan medali emas. Ridwan juga menyumbangkan medali emas untuk lari 800 meter.

Adrian di nomor 400 gawang putra juga mempersembahkan emas, sedangkan Iswandi beberapa kali meraih medali di kejurnas pada nomor 4×400 meter putra, juga mendulang emas di nomor lari 100 meter. Atlet NTB lainnya yakni Fadlin menyumbangkan emas di nomor lari 200 meter dan Maryati juga menyumbang emas di nomor 400 meter gawang putri.

a�?Saat ini, mereka semua sedang menjalani Pelatnas di Jakarta. Mereka tetap kita andalkan bisa meraih medali emas. Walaupun (latihan) mereka tidak bersama dengan atlet lain yang ikut Pelatda,a�? tuturnya.

Terpisah, Iskandar salah satu pengamat olahraga di NTB mengatakan, terkait target 15 emas pada PON XIX Jabar, KONI NTB dalam hal ini telah melakukan mekanisme persiapan sesuai dengan koridor yang berlaku. Menurutnya, semua proses, baik administrasi, maupun teknis, tetap berjalan sesuai program yang telah dibuat. Para atlet yang mengikuti pelatda tetap melakukan latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bahkan beberapa cabor telah melakukan try out.
a�?Saya rasa KONI sudah berbuat banyak. Tapi dalam tahapan persiapan ini tidak melulu dibebankan ke KONI. Seharusnya pemerintah daerah juga lebih aktif. Perlu ada peran bersama untuk memperoleh tujuan ini,a�? jelasnya.

Iskandar menyayangkan peran pemerintah yang dirasa belum memberikan perhatian serta dukungan penuh terhadap atlet dan pelatih yang akan bertanding di PON nanti. Baik dukungan moril maupun materil belum di dukung secara maksimal.
a�?Pemerintah harus berani memberikan reward dan jaminan terhadap atlet-atlet yang berprestasi. Mereka juga harus ikut secara aktif memberikan kontrol. Saya rasa KONI sudah maksimal bekerja,a�? lanjutnya.

Kondisi ini menjadikan salah satu pekerjaan rumah bagi Pemda NTB. Dimana hingga kini belum terlihat keinginan yang besar untuk mempertahankan atlet yang memiliki prestasi cukup baik.

Menurutnya, bila pemerintah memiliki komitmen terhadap bidang olahraga. Semestinya para atlet berprestasi diberikan perhatian dengan diberi pekerjaan atau bekerjasama dengan perguruan tinggi. Sehingga para atlet berprestasi ini bisa lebih meningkatkan prestasinya. Karena dengan dirinya merasa diperhatikan, sudah pasti akan berpengaruh besar terhadap semangat dan motivasi atlet dalam bertanding.

a�?Gimana mau bersaing kalau pemda tidak mendukung. Tekad besar seperti ini sangat perlu dukungan semua pihak. Saya rasa, jika kebutuhan atlet telah terpenuhi. Pastinya mereka termotivasi mengharumkan nama daerah. Kita harus berani berbenah seperti daerah lainnya. Jika mereka bisa kenapa kita tidak bisa,a�? pungkasnya. (Muhammad Zainuddin/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *