Ketik disini

Headline Metropolis

Dengarkan Kami Pak Wali !

Bagikan

* Aspirasi Lingkungan Jangan Cuma Ditampung Dong

Di akhir masa jabatannya, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyisakan permasalahan mendasar di tingkat lingkungan. Mulai dari masalah infrastruktur jalan, kebersihan, kesehatan, pengangguran, pendidikan, hingga banjir yang masih kerap melanda.
—————
PELAYANANA�di tingkat lingkungan menjadi ujung tombak pembangunan. Kerja keras pemerintah tidak akan berarti bila tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lingkungan. Untuk itu, pemerintah rutin menggelar Musyawarah Pembangunan Berbasis Masyarakat (MPBM). Tujuannya untuk menampung semua aspirasi warga. Sayang, acara ini terkesan hanya seremonial belaka. Banyak aspirasi lingkungan tidak terealisasi.

Kondisi ini membuat kepala lingkungan merasa kecewa. Bahkan mulai jenuh mengungkapkan permasalahan yang itu-itu saja. Mereka akhirnya berinisiatif mengatasi sendiri permasalahan tersebut. Hasilnya tentu tidak maksimal. Namun paling tidak, dapat mengurangi masalah di lingkungan. Cara itu juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Di Lingkungan Batu Dawa, Kelurahan Tanjung Karang, warga setempat mengambil langkah sendiri. Mereka, membersihkan sekaligus melebarkan kali untuk menghindari banjir melanda lingkungannya.

Kepala Lingkungan Batu Dawa, I Komang Sumantra mengungkapkan, selama 24 tahun menjadi kepala lingkungan, ia selalu menyampaikan aspirasi warga melalui MPBM. Dimana warga meminta agar Sungai Unus dinormalisasi dan diberonjong agar warga tidak terkena banjir setiap tahun.

a�?Sudah sering kami sampaikan, tapi tidak ada realisasinya sampai saat ini,a�? ungkapnya.

Menurutnya, keluhan yang disampaikan dalam MPBM hanya ditampung saja, tidak jelas tindak lanjutnya. Dampaknya, setiap tahun, warga merasakan dampak banjir dari luapan Sungai Unus. Meski sempat beberapa kali dijanjikan, namun kenyataannya tidak ada. Pemerintah diakui sempat membangun talut. Sayangnya upaya tersebut tak dapat menjadi solusi penanganan banjir.

Komang Sumantra berharap janji Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mataram untuk menormalisasi sungai benar-benar diwujudkan. Ia sendiri ragu, janji ini direalisasikan. Dari pengalaman sebelumnya, janji semacam ini hanya sekedar pemanis bibir. Pemerintah hanya memberikan harapan palsu. Buktinya, 20 tahun lebih, realisasinya tidak diwujudkan meski setiap tahun dibahas dalam MPBM.

a�?Saya selaku kaling dan warga berharap langkah normalisasi Kali Unus tersebut bisa secepatnya dilakukan,a�? tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Kota Mataram Mahmuddin Tura menyampaikan, akan segera menormalisasi Sungai Unus sebagai upaya penanganan banjir. a�?Kita akan normalisasi dengan mengangkat sedimen, melakukan bronjong dan mereprat Sungai Unus,a�? terang Mahmuddin.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Kebon Bawaq Timur, Kelurahan Pejeruk Musleh mengungkapkan ada beberapa permasalahan yang ia hadapi di lingkungannya. Di antaranya masalah infrastruktur jalan lingkungan, pembangunan fasilitas olahraga serta dukungan terhadap industri rumah tangga yang berkembang di lingkungan tersebut.

Ia mengaku sejumlah jalan di lingkungannya sudah rusak. Kondisi ini jelas sangat menganggu aktivitas warga. Warganya tidak bisa beraktivitas dengan lancar, lingkungan juga terkesan kumuh.

a�?Kami usulkaan agar jalan lingkungan ini menggunakan rabat permanen ketimbang paping blok yang cepat rusak, tapi belum terealisasi ,a�? sambungnya.

Pengangguran juga menjadi masalah di lingkungannya. Untuk itu ia berharap ada pelatihan untuk menggali potensi pemuda agar bisa membuka usaha sendiri.

a�?Kami juga berharap ada fasilitas olahraga. Agar anak muda kami di sini tidak nongkrong atau kumpul yang tidak ada artinya. Lebih baik mereka berolahraga,a�? terangnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram HM Zaini mengingatkan agar pemerintah tidak diskriminasi. Distribusi pembangunan harus merata di semua lingkungan.

a�?Jangan sampai ada yang dianaktirikan, semua lingkungan harus diperlakukan sama,a�? ujar Zaini.

Politisi Demokrat ini menilai, ada beberapa kendala dalam melaksanakan pembangunan, salah satunya adalah keterbatasan anggaran. Namun ia berharap eksekutif segera mencarikan solusi.

Zaini menambahkan, dewan juga sudah menyalurkan dana aspirasi melalui program di masing-masing SKPD. Mereka memasukkan program pembangunan untuk masing-masing daerah pemilihan.

a�?Aspirasi yang kurang di SKPD kami tutupi,a�? katanya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengaku sudah mengetahui beberapa persoalan yang dihadapi warganya. Untuk itu ia mengaku telah menyiapkan beberapa solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut.

a�?Tapi tentunya kita tidak bisa menyelasikan semuanya secara langsung. Butuh tahapan demi tahapan,a�? jelasnya.

Ia menerangkan, untuk menyelesaikan persoalan jalan lingkungan, Pemkot Mataram telah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 50 miliar, bersumber dari ABPN. Dana tersebut khusus digunakan untuk meperbaiki jalan lingkungan. Realisasinya kemungkinan melalui anggaran perubahan atau tahun depan.

a�?Saya harap semua bersabar, karena penyelesaiannya perlu bertahap,a�? ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Ahyar mengatakan, saat ini pertumbuhan di Kota Mataram cukup pesat. Banyak perumahan baru yang sudah dibangun dan tentunya membutuhkan akses jalan lingkungan. Untuk itu semua akan dicarikan solusi namun dengan tahapan-tahapan tertentu.

Sedangkan untuk menanggulangi jumlah pengangguran, Pemerintah Kota Mataram juga telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya dengan menggelar Job Fair di Mataram Mall hari Sabtu dan Minggu kemarin (17/5).

a�?Angkatan kerja semakin bertambah. Meski peluang kerja juga bertambah, namun itu tidak memadai. Pemkot Mataram bekerjasama dengan perusahaan membuka peluang untuk tenaga kerja di Kota Mataram,a�? tandasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang membantah jika pemerintah bertindak diskriminasi. a�?Hal itu tidak benar dan tidak ada dasar yang kuat,a�? tegas pejabat muda ini.

Ia menjelaskan, dalam perencanaan penganggaran ABPD, pemerintah tidak melihat apakah di lokasi itu merupakan basis masa siapa. Prinsip yang digunakan adalah Mataram untuk semua.

a�?Namun harus ada skala prioritas karena keterbatasan anggaran,a�? tandasnya.

Dia menegaskan, untuk jalan lingkungan sudah dianggarkan dana Rp 50 miliar. Sementara untuk sampah ditargetkan tuntas tahun 2016. Untuk menjawab semua permasalahan di lapangan, mulai tahun 2014 lalu masing-masing kelurahan diberikan anggaran Rp 50 juta.
a�?Tujuannya agar masalah-masalah teknis di bawah tidak harus dibebankan kepada wali kota,a�? pungkasnya. (Sirtupillaili/ Hamdani Watoni/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys