Ketik disini

Giri Menang

Kasat Pol PP Bela Diri

Bagikan

GIRI MENANG – Kasat Pol PP Lombok Barat (Lobar) I Nengah Sugiartha tidak ingin tinggal diam. Dia yang diserang dengan beragam tuduhan, membela diri.

Dia membantah semua tudingan yang menyebutkan dirinya arogan dan melakukan dugaan penyimpangan. Terutama berhubungan dengan pengadaan dan proyek fisik di lingkup Pol PP. ”Saya tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan anggota Sat Pol PP Lobar,” katanya, kemarin.

Ical, sapaan akrab Sugiartha, mengawali klarifikasi dengan meluruskan tudingan terhadap pembangunan pos jaga tahun 2014. Sebelumnya, beberapa angota Sat Pol PP menuding pembangunan pos melanggar site plan. Menurut dia, pos tersebut penempatannya di masing-masing Kantor Camat bukan di kantor desa. ”Pembangunan itu sudah diaudit inspektorat dan tidak menemukan penyimpangan dana,” ungkapnya.

Ia juga membantah menetapkan uang makan sebesar Rp 10 ribu untuk setiap kali makan bagi anggota saat berangkat ke Bandung. Penetapan nominal uang makan diatur bendahara dan dana itu digunakan untuk sewa bus, biaya penginapan, uang makan, uang saku tunai, dan uang kunjungan daerah wisata. ”Semua rincian ada di bendahara. Jadi tidak benar tudingan itu,” bebernya.

Untuk pengadaan mobil 2015, lanjut dia, belum dilengkapi dengan dokumen. Sebab, E Katalog belum keluar sehingga tidak ada dasar untuk menentukan harga. ”Kalau E Katalog sudah keluar, pasti kami lengkapi dokumen dan melakukan pengadaan,” terang dia.

Ia meluruskan pula mengenai tudingan yang meminta khusus anggota piket di rumah pribadinya. Ia mengaku, dirinya sama sekali tidak mengancam, apalagi tidak memperhatikan makan dan minumnya. ”Sayaminta tolong, karena ipar saya meninggal. Jadi, kondisi rumah kosong, makanya saya minta tolong,” katanya.

Mengenai penggunaan plat mobil sedan dan patwal ranger ketika konvoi di Praya, Ical mengaku dua mobil itu belum keluar pelatnya. Selain itu, dua mobil itu tidak digunakan tiap hari.

Ia membantah pula dirinya mengumpulkan empat kendaraan dinas di rumahnya. Ia hanya menyimpan dua unit mobil saja karena belum keluar pelatnya. ”Kalau dua mobil lain sedang dicat di Babakan bukan di rumah saya,” tegasnya.

Ical menegaskan, tudingan yang menyebutkan dirinya menampar salah satu anggota tidak benar. Dirinya hanya memerintahkan anggota untuk push up karena tidak disiplin. ”Ancaman mutasi juga tidak benar. Saya tidak punya kewenangan itu. Mutasi kewenangan Sekda,” jelasnya.

Terakhir, Ical membantah telah memerintahkan Sekretaris Kasat Titin (tenaga kontrak) membersihkan toilet. Menjaga kebersihan itu, sambung dia, bagian dari tugas Titin disamping tugas administrasi lainnya. Bahkan, dirinya sudah melakukan klarifikasi langsung kepada KTU Baiq Ary selaku atasan Titin.

”Berkaitan dengan adanya kata-kata sara yang dituding kepada saya, semuanya bohong. Saya siap bersumpah,” pungkas dia. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *