Ketik disini

NASIONAL

Lulus Mudah, Tak Perlu Curang

Bagikan

* Hari Ini 4,3 Juta Siswa SD Ujian Sekolah

JAKARTA – Siswa Sekolah Dasar (SD), wali murid, sekolah, dan dinas tidak perlu berlebihan menyambut ujian sekolah yang dimulai hari ini. Pasalnya, seluruh peserta ujian hampir pasti lulus. Sebab, kriteria kelulusan dipastikan diserahkan guru masing-masing.

Ketentuan itu diatur dalam Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan ujian sekolah/madrasah ibitidaiyah dan sederajat, yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam aturan Nomor VII Poin A tentang kelulusan. Dalam aturan itu disebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus, apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh pendidik berdasar perolehan nilai ujian sekolah.

Kriteria tersebut ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanaan ujian yang mencakup nilai minimal setiap pelajaran ujian sekolah. Dengan kata lain, pendidik memiliki peluang besar untuk meloloskan para siswa.

“Kami imbau untuk melakukan ujian dengan jujur. Ini untuk mengukur kompetensi hasil belajar,” ungkap Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad pada Koran ini kemarin (17/5).

Senada dengan Hamid, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin juga menyampaikan hal yang sama. Meski demikian, Kamaruddin berharap seluruh siswa tetap dapat mengerjakan soal dengan penuh keseriusan dan kerja keras. “Jangan lupa berdoa,” ungkapnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ujian Sekolah SD/Madrasah tetap dilakukan dengan standar daerah. Dengan demikian, proses penyelenggaraan sepenuhnya dikoordinasikan oleh dinas pendidikan provinsi.

Meski begitu, pemerintah pusat tetap memiliki peran. Yakni pada proses pembuatan soal ujian. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Nizam menyampaikan, pihaknya menitipkan sebanyak 25 persen dari jumlah keseluruhan soal. Soal tersebut berbeda-beda antarprovinsi, namun dengan bobot soal yang sama. “Kami membantu teman-teman provinsi menyusun,” tuturnya.

Dia menjelaskan, titipan soal itu digunakan untuk pemetaan kualitas pendidikan di sekolah. Selain itu, juga digunakan untuk penyetaraan bobot soal antarprovinsi. “Karena kemampuan daerah kan masih beragam dalam menyiapkan soal-soal ujian. Sehingga, kadang soal satu provinsi sangat mudah di tempat lain susah,” jelasnya.

Nizam menambahkan, hasil ujian sekolah ini nantinya masih akan digunakan untuk pertimbangan kelulusan. Tak hanya itu, hasil ujian sekolah juga akan jadi salah satu poin syarat untuk masuk ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena itu, siswa diharapkan tetap fokus dan mengerjakan dengan sebaik mungkin.

Tahun 2015, ada sekitar 4,3 juta siswa SD dan 503.061 siswa MI yang mengikuti ujian sekolah pagi ini. Pada hari pertama pelaksanaan ujian sekolah, siswa akan mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Kemudian, Matematika pada hari Selasa (19/5), dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hari ketiga. Untuk MI, ada tambahan satu hari untuk ujian pelajaran Agama. (mia/end/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *