Ketik disini

Headline Sumbawa

Mapolres KSB Dirusak Massa

Bagikan

*Warga Diminta Jaga Kondusifitas Daerah

TALIWANG – Kasus pembunuhan yang melibatkan Jm, anak di bawah umur terhadap korbannya sesama anak dibawah umur Kamis akhir pekan lalu berbuntut panjang. Ratusan warga bahkan merusak dan melempari kantor Polres Sumbawa Barat. Pemicunya, Er ayah pelaku dalam kasus dugaan pembunuhan ini kabur. Er sendiri sebelumnya meminta perlindungan kepada pihak kepolisian, namun entah apa yang ada dibenak bapak itu dia nekat kabur Sabtu malam, kemarin (17/5).

Kabar tentang kaburnya pria yang juga sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara ini, diketahui pihak keluarga korban. Pihak keluarga bersama sejumlah masyarakat mendatangi Polres KSB, mempertanyakan hal tersebut. Aksi ini berujung pada aksi pelemparan dan pengerusakan Mapolres.

Kaca Mapolres pecah setelah dilempar menggunakan berbagai macam benda keras, seperti batu, batu bata dan air mineral kemasan. Terparah, kantor SPK yang selama ini menjadi pusat penjagaan rusak parah, hampir seluruh kaca bangunan ditempat ini pecah, termasuk satu unit televisi.

Aksi ini awalnya tidak digubris kepolisian, namun massa nampaknya semakin beringas dan membuat aparat kepolisian harus membubarkan secara paksa. Tembakan gas air untuk menghalau adanya aksi pelemparan dan pengerusakan susulan terpaksa dilakukan aparat kepolisian. Tindakan itu diambil sekitar pukul 23.30 Wita, atau sesaat setelah perwakilan pihak keluarga melakukan pertemuan dengan Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif S Ik.

Massa yang berjumlah cukup banyak itu berhasil dibubarkan. Namun aksi ternyata berujung pada pembakaran dan pengerusakan pos polisi lalu lintas di Kelurahan Dalam. Aksi ini sebagai bentuk protes warga kepada pihak kepolisian yang dianggap lalai sehingga Er, ayah pelaku pembunuhan anak di bawah umur itu kabur meski di bawah pengamanan kepolisian sendiri. Usai membakar dan merusak bangunan dan fasilitas pos lantas, ratusan massa juga berusaha merangsek mendekati Polsek Taliwang yang berada sekitar 1 kilometer dari pos lantas di Kelurahan Bugis. Namun tidak ada tindakan anarkis setelah aparat kepolisian dibantu Brimob berjaga-jaga di lokasi sekitar Mapolsek Taliwang. Tidak hanya itu, pengamanan juga dilakukan di kediaman H Usman, tempat dimana pelaku dan Er ngekos selama belasan tahun.

Aksi pengerusakan dan pembakaran ini ternyata berlanjut pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita. Pos Lantas yang berada di Kelurahan Dalam kembali menjadi sasaran amukan ratusan warga. Aksi ini bahkan nyaris membuat situasi dalam Kota Taliwang mencekam, bahkan hingga berita ini ditulis, situasi mencekam ini masih berlangsung.

Kapolres KSB AKBP Teddy Suhendyawan Syarif Minggu kemarin mengatakan, terkait dengan kaburnya Er dari Mapolres KSB, pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban maupun masyarakat yang merasa keberatan terkait hal itu. Namun Kapolres menegaskan, pihaknya berjanji tetap akan berupaya untuk mencari keberadaan Er, bahkan semua tempat yang dianggap sebagai lokasi yang mungkin digunakan Er bersembunyi termasuk berusaha keluar dari KSB sudah dilakukan. a�?a��Kami terus mencari keberadaan Er sampai saat ini. Kami bahkan sudah menempatkan anggota di sejumlah tempat, termasuk di Pelabuhan Poto Tano bahkan sampai kewilayah Labuan Burung di Sumbawa. Termasuk pelabuhan Badas juga kita tempatkan anggota untuk ikut mencari keberadaan Er,a��a�� katanya.

Kapolres juga menjelaskan terkait kronologis Er sehingga bisa kabur dari Mapolres KSB saat diamankan. Teddy menjelaskan, awalnya Er meminta izin untuk makan, petugas piket yang berjaga saat itu mengawal Er sampai ke kantin belakang Mapolres. Makanan yang dibeli Er ini kemudian dibawa masuk dalam Mapolres dan kemudian dia makan diruang Unit III Satreskrim. a�?a��Dia makan di ruang Unit III Satreskrim. Er tetap dalam pengawasan petugas piket, namun pada saat pergantian jaga piket, Er ini kebelakang (kamar mandi). Hal itu disaksikan sejumlah tahanan yang di Mapolres KSB,a��a�� akunya.
Bahkan saat ke kamar mandipun, Er sempat meminta izin kepada petugas piket yang ada. Nah saat itu terjadilah pergantian penjagaan, upaya ini nampaknya dimanfaatkan Er untuk kabur. Menurut keterangan sejumlah tahanan, setelah dari kamar mandi dia jalan lurus dan belok kiri menuju lorong tengah Mapolres. a�?a��Terus terang ini yang saya sesalkan, kenapa kedua-keduanya (petugas piket) ini harus melakukan serah terima. Kenapa tidak hanya dilakukan satu orang saja, apalagi proses pergantian itu dilakukan didepan Mapolres,a��a�� sesalnya.

Namun dirinya menegaskan, terkait kaburnya Er ini, pihak kepolisian menyatakan siap bertanggung jawab. a�?a��Tolong disampaikan, polisi siap bertanggung jawab atas ini. Kami masih terus mencari dan mengerahkan seluruh komponen yang ada. Bahkan kita juga meminta bantuan anjing pelacak Subdit Satwa Polda NTB. Ini sebagai bentuk keseriusan kami untuk segera mencari Er. Proses pencarian bahkan berlangsung sesaat setelah Er kabur. Kami juga berkoordinasi dengan Polres lain, termasuk hingga ke Pelabuhan Kahayangan. Kami sangat serius dalam hal ini. Kami akan menjerat pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami mohon kepada masyarakat untuk ikut membantu, terutama tetap menjaga kondusifitas daerah. Kami juga tidak mungkin bisa bekerja sendiri, tanpa adanya bantuan dan dukungan masyarakat,a��a�� tandasnya.

Diakui Kapolres, kasus ini cukup sensitif dirinya juga meminta kepada masyarakat yang aktif di media sosial untuk tidak semakin memperkeruh suasana dengan memposting hal-hal yang dianggap bisa memprovokasi.

Terkait dengan rusaknya sejumlah fasilitas dan kaca Mapolres KSB, Kapolres tidak terlalu mengomentari hal tersebut. Namun yang jelas, fasilitas yang dirusak itu adalah fasilitas masyarakat sendiri, di mana uang yang digunakan untuk membangun Mapolres ini merupakan pajak yang dibayar masyarakat sendiri. Atas hal tersebut, pihaknya melihat murni sebagai bentuk reaksi atas kekecewaan masyarakat sendiri. a�?a��Sekali lagi kami minta maaf dan siap bertanggung jawab atas hal tersebut,a��a�� tandasnya.

Di hari yang sama, sejumlah unsur muspida, tokoh masyarakat, agama termasuk keluarga korban juga melakukan pertemuan dengan Kapolres KSB. Pertemuan tersebut dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita di Mapolres KSB. a�?a��Kami pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat dan semua pihak terkait sudah melakukan pertemuan. Hasilnya ada tujuan point penting dalam pertemuan tersebut,a��a�� jelas Wakil Ketua DPRD KSB, Iwan Panjidinata SE, di halaman Mapolres KSB, Minggu siang. (far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys