Ketik disini

Opini

Medsos Mulai Mengkhawatirkan

Bagikan

RAMAINYAA�pemberitaan prostitusi artis bergulir begitu kencang. Artis berinisial AA bertarif Rp 80 juta sekali booking. Prostitusi artis AA disebut-sebut berjalan melalui smartphone. Prosesnya, lelaki hidung belang komunikasi dengan mucikari. Bukan rahasia umum, prostitusi via smartphone. Ini bukan terjadi sekarang. Sejak muncul BlackBerry (BB) dengan fasilitas BBM, memudahkan bisnis esek-esek ini.

Sebelum cerita prostitusi artis AA, cukup ramai prostitusi via twitter. Saat itu nama Tata Chuby menjadi perbincangan. Perempuan muda itu dibunuh oleh pelanggannya. Menjadi perhatian, justru keberaniannya buka-bukaan memasang tarif di twitter. Dikatakan, untuk yang tertarik bisa langsung menghubungi. Lengkap dengan tarifnya. Di facebook juga terjadi. Ada puluhan bahkan ratusan, foto perempuan menjual diri. Foto yang ditampilkan cukup vulgar. Akun esek-esek di dunia maya seperti virus. Tawarannya dengan foto menggoda.

Tidak jarang pengguna media sosial (medsos) penasaran. Pengguna medsos di Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Dilansir dari Webershandwick, perusahaan publik relation, pengguna facebook di Indonesia 2013 mencapai 65 juta orang. Dengan 33 juta pengguna aktif setiap hari. Sementara jumlah pengguna twitter dari data PT Bakrie Telecom mencapai 19,5 juta orang. Ini mungkin salah satu alasan, ada yang menjual syahwat via medsos. Dengan jumlah pengguna jutaan, ada peluang jasa bisnis haram di dunia maya. Entah itu langsung menggunakan akun pribadi atau hanya sekadar anonim.

Prostitusi via medsos ini cukup menghawatirkan. Pertama, ada peluang adopsi oleh perempuan-perempuan muda. Melihat ada rekannya hidup glamour. Kemudian diajarkan menjual diri via medsos. Ada 1001 trik bermain peran di medsos.

Belum lagi perusakan moral bagi pengguna medsos pemula. Meski pengguna facebook dan twitter ada batasan umur, ini bisa diakali. Dengan membuat umur lebih tua, bisa punya akun di medsos.

Menjadi tantangan tersendiri. Ditengah gencarnya gerakan melek teknologi, ada godaan muncul. Pengguna medsos kini tidak hanya orang dewasa. Anak SD sudah mahir bermain medsos. Malah, lebih mahir ketimbang orang tuanya.

Orang tua tidak boleh tinggal diam. Jangan lagi memandang remeh keberadaan medsos. Mulai banyak penyalahgunaan medsos. Tidak semua orang tua memang menganggap remeh. Ada orang tua ekstrim, tegas melarang anaknya memiliki akun facebook ataupun twitter. Semua orang tua, sebaiknya memang rajin mengontrol aktivitas anak, termasuk soal medsos. Jangan sampai akibat medsos malah memicu degradasi moral.(*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys