Ketik disini

Sportivo

Tragis di Momen Manis

Bagikan

LIVERPOOL – Menjamu Crystal Palace pada Minggu dini hari kemarin (17/5) harusnya menjadi momen manis Steven Gerrard. Sebab, itulah momen baginya mengucapkan kata perpisahan bagi public Anfield sebelum hengkang ke Major League Soccer (MLS) pada musim depan.

Namun, bukan kado perpisahan manis didapatnya dalam laga perpisahan tersebut. Stevie G -sapaan akrabnya- malah mendapatkan kado buruk setelah The Reds ditumbangkan Palace, 1-3. Kekalahan yang membuyarkan mimpi Liverpool bersaing lawan Manchester United berebut jatah ke Liga Champions.

Gerrard bermain full time 90 menit tapi hanya bisa melakukan empat kali shot dan satu di antaranya tepat sasaran. Pencetak satu-satunya gol bukan dia, melainkan Adam Lallana di menit ke-26. Sedangkan gol perusak pesta perpisahan itu masing-masing dicetak Jason Puncheon (menit ke-43), Wilfried Zaha (60) dan Glenn Murray (90).

Whoscored mencatat, kontribusi gelandang yang tepat berusia 35 tahun pada akhir bulan ini tersebut bukan teratas. Terlepas dari 4 kali percobaan mencetak gol, Gerrard mengukir jumlah passing tidak sebanyak rekan setimnya, hanya 56 kali. Bandingkan dengan Jordan Henderson yang membuat 86 passing.

Noda di Anfield tersebut menjadi kekalahan kesembilan Liverpool ketika kapten timnya itu dimainkan. “Hari ini menjadi hari yang fantastis bagi Gerrard dan keluarganya. Tapi, dari sisi pertandingan, kami akui ini sangatlah mengecewakan karena kami kalah di saat special ini,” ujar pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, seperti yang dikutip dari AFP.

Gerrard baru akan bergabung dengan LA Galaxy pada bulan Juli mendatang. Di Premier League sendiri, musim Gerrard belum berakhir, pada pekan depan Liverpool masih harus bertandang ke markas Stoke City. Overall, musim ini dia bermain 28 kali, dengan 11 kali menang, delapan seri dan sembilan laga kalah.

Namun, catatan musim ini tetap tidak mampu menghapuskan masa-masa manis Gerrard bersama Liverpool. Dalam 17 tahun, Gerrard sudah banyak memberikan gelar, kecuali Premier League. Misalnya, trofi Liga Champions 2004-2005, satu Piala UEFA (2000-2001), dan dua Piala Super Eropa (2001 dan 2005).

“Itulah mengapa saya bisa menyebut dia sebagai pemain yang tidak tergantikan. Setelah dia pergi, mustahil kami bisa mendapatkan pemain seperti Gerrard. Ini tantangan untuk kami, bagaimana caranya kami bisa bermain lebih baik dengan tanpa ada dirinya,” tutur Rodgers.

Tidak mengherankan apabila bangku Anfield petang itu habis terjual hanya untuk melihat perpisahan Gerrard. Barisan kehormatan sebelum laga juga diberikan khusus kepadanya. Si pemain sendiri memberikan kata-kata terakhirnya setelah laga usai. “Hancur rasanya tidak lagi bermain di depan kalian semua,” ucapnya kepada fans Liverpool yang datang ke Anfield.

Dalam pidatonya, Gerrard tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemain dan juga mantan pemain yang pernah berkolaborasi dengannya dalam 17 musim. Termasuk ketika Liverpool menjadi penguasa Eropa pada tahun 2005. Gerrard menjadi pemain terakhir dari skuad Instanbul yang hengkang dari Liverpool.

Kata-kata Gerrard itu langsung mendapatkan sambutan dari puluhan ribu fans Liverpool. “Sebelum saya pergi, sebelum air mata saya tumpah, saya ingin memberi tahu Anda. Di karir saya, saya sudah bermain di depan banyak fans, tapi ketahuilah Anda-lah yang terbaik,” pujinya.

Sebelum masuk ke locker room, Gerrard dan semua pemain Liverpool mengenakan kaos dengan nama dan nomor punggung sama. Gerrard dan 8. Mereka melakukan putaran kehormatan terlebih dahulu. Gerrard menyebut, Liverpool saat ini masih punya progress untuk bangkit pada musim-musim berikutnya.

Sekalipun pada musim depan tanpa ada dirinya. “Klub ini sudah ada di tangan yang benar. Ada dua orang penentu sukses tim ini di masa depan, yaitu Ian (Ayre, CEO Liverpool) dan Brendan (Rodgers). Skuad ini punya potensi luar biasa, dan saya yakin akan ada bintang baru di masa depan,” tegasnya. (ren/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys