Ketik disini

Praya

Warga Marong Seruduk Polres

Bagikan

PRAYA – Warga Desa Marong, Praya Timur mendatangi Polres Lombok Tengah Jumat. Mereka memprotes penyidikan yang menetapkan keluarga mereka Lalu Sumian alias Mamiq Jen sebagai tersangka.

Mamiq Jen dikenakan pasal 363 KUHP Jo 480 KUHP Jo 55 KUHP Jo 56 KUHP.

a�?Pelaku yang sebenarnya tidak ditangkap, adik saya justru dijadikan korban. Ini namanya kriminalisasi,a�? kata keluarga Mamiq Jen Hj Baiq Aisah.

Penangkapan Mamiq Jen, terang Aisah, dilakukan empat bulan lalu atas dugaan pencurian dengan pemberatan atau penadahan kendaraan Mio Soul di Kopang. Faktanya, adiknya tersebut menerima gadai motor itu dari salah seorang warga Desa Bilelando.

Salah satu warga itulah, ungkap Aisah yang sebenarnya menjadi pelaku utama. Namun, kepolisian justru menangkap adiknya. Atas dasar itu, pihaknya melayangkan surat protes tertanggal 1 April lalu ke Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Hingga puncaknya mendatangi kedua lembaga hukum tersebut.

Dia pun mengancam, jika adiknya tidak mendapatkan keadilan dan dilepas dari tahanan, maka ribuan warga Marong siap menyerbu Polres dan Kejari. Termasuk berencana membangun tenda penginapan di Pengadilan Negeri (PN) dan Rutan Praya.

a�?Sudah empat bulan adik saya ditahan dan lima kali menjalani persidangan. Faktanya adik saya dikriminalisasi atas dugaan kepentingan pelaku yang sebenarnya,a�? sindir Aisah.

Pantauan Lombok Post, emosi keluarga Mamiq Jen tidak dapat dihindari. Wanita yang mendapat gelar macan kuning Marong itu mengeluarkan nada keras dan membentak sejumlah anggota polisi. a�?Kalian ini ditugaskan untuk menegakkan hukum atas kebenaran dan keadilan,a�? kata Aisah.

Kedatangan mereka diterima Kasatreskrim Polres Loteng AKP Taufik. Di hadapan pejabat Polres itu, Aisah meminta agar polisi menangkap pelaku yang sebenarnya. Itu pun, kalau polisi berani. a�?Kalau memang benar adik saya itu pelaku utama maka berikan hukuman setimpal. Sebaliknya, kalau tidak bersalah lepaskan,a�? tegasnya.

Menanggapi persoalan itu, Kasatreskrim Polres Loteng AKP Taufik mengatakan, penahanan tersangka atas nama Mamiq Jen menjadi kewenangan jaksa dan pengadilan. a�?Mohon kesabaran dan ketenangannya. Kita tunggu saja proses hukum ini berjalan,a�? serunya.

Dia pun mengaku telah menerima surat penangguhan penahanan. Namun, surat itu ada setelah kasus ini dilimpahkan ke jaksa. Sehingga, polisi tidak punya kewenangan kuat. a�?Soal surat tertanggal 1 April lalu, saya pribadi belum menerima dan mengetahuinya. Sekali lagi, kami tidak punya kewenangan,a�? tambah Taufik.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys