Ketik disini

Headline Metropolis

Catat, Jangan Ganggu Aman!

Bagikan

* Deklarasi Tinggal Tunggu Waktu

MATARAM a�� Proses pendekatan untuk mencari teman koalisi hampir rampung bagi pasangan Ahyar-Mohan (Aman). Beberapa partai kecil diperkirakan akan berada di lingkaran incumbent ini.

Di antaranya Partai Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Bangsa (PKB), Partai Hanura, PKPI, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai-partai ini dikabarkan sudah mencapai kesepakatan mendukung pasangan Aman dalam Pilkada Kota Mataram 2015.

Sementara PDIP dan PPP belum ada kepastian. Kedua partai ini bisa saja bergabung jika situasi politik berubah. Dengan enam partai kecil tersebut, pasangan Aman sudah bisa mendaftar tanpa harus menunggu dukungan dari partai-partai besar lainnya.

Konflik Partai Golkar juga tidak akan banyak mempengaruhi. Apalagi PTUN sudah memenangkan gugatan hasil Munas Bali. Ia optimistis Golkar akan tetap menjadi kendaraan utamanya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memberikan sinyal partai-partai itu akan bergabung. Setelah melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pengurus, mereka sudah menemui kata sepakat.

a�?Kalau tidak ada halangan, minggu-minggu ini kita bisa deklarasi,a�? kata Mohan.

Mohan menegaskan, meskipun akhirnya nanti dirinya terpilih menjadi Ketua DPD II Partai Golkar, pasangan Aman akan tetap lanjut. Hal ini sudah menjadi komitmen sejak awal. Meski ia menjadi Plt DPD II Partai Golkar, namun hal itu tidak akan membuat pasangan Aman bubar. a�?Semua itu kita lakukan untuk menyelamatkan Golkar,a�? ujarnya.

Menurut Mohan, saat ini ia dengan H Ahyar Abduh sedang bemesraan. Jadi, tidak akan bisa dipisahkan. a�?Kami tidak akan pisah. Pasangan Aman sudah pasti maju bersama demi melanjutkan pembangunan di Mataram yang sudah berjalan baik saat ini,a�? tandas Mohan.

Sedangkan Partai Demokrat dan Partai Gerindra diperkirakan akan maju menjadi pesaing Aman dalam perebutan kursi nomor satu di Mataram. a�?Kamungkinan besar mereka maju,a�? katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS NTB Ahmad Tauhid mengatakan sampai saat ini partainya belum memutuskan bakal mendukung siapa. Sebab belum ada keputusan dari DPP PKS. a�?Daftar seja belum, apalagi diputuskan DPP,a�? ujarnya.

Fenomena lain justru terjadi di Partai Gerindra. Dalam pendaftaran bakal calon (balon) wali kota dan wakil wali kota, Partai Gerindra tidak satu suara. Setelah politisi senior Gerindra H Abdul Karim mendaftar ke beberapa partai, politisi lainnya juga ikut mendaftar, yakni Hj Baiq Mirdiati.
Apakah ini tanda ketidak harmonisan kader partai? a�?Tidak ada yang pencah, salah kalau orang bilang kami pecah,a�? kata Wakil Ketua PDC Partai Gerindra Mataram Muhtar.

Dua nama ini memang sempat diisukan menjadi calon kuat yang direkomendasikan partai. Namun Abdul Karim yang lebih senior tidak ingin kalah. Ia sangat percaya diri membidik kursi wali kota. Dirinya tidak mau dijadikan orang kedua.

Menurut Muhtar, pendaftaran dua kader Gerindra ini justru masih kurang. Kalau bisa beberapa kader juga ikut mendaftar. Sehingga, nanti banyak pilihan kader Gerindra yang bisa diusung. Bisa dikatakan, cara ini adalah strategi partainya untuk maju.

Sebab Abdul Karim sudah mematok harga mati menjadi calon wali kota. Jika dalam proses negosiasi nanti mentok, dimana partai Gerindra tidak mendapatkan posisi nomor satu, maka Hj Mirdiati bisa ditawarkan. a�?Ini hanya strategi, bukan pecah,a�? terangnya.

Sampai saat ini, Gerindra belum memastikan dengan siapa akan maju. Namun besar kemungkinan ia akan maju bersama Partai Demokrat. Dengan demikian kuat kemungkinan akan ada dua calon kepala daerah pada pertarungan Pilkada Kota Mataram 2015. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys