Ketik disini

Metropolis

Kasihan, Kadek Lumpuh Total

Bagikan

* Saraf Terganggu, Tidak Bisa Bicara, Duduk Apalagi Berdiri

MATARAM – Nasib memprihatinkan menimpa Kadek Radita, bocah enam tahun di Lingkungan Seraya Pagesangan Timur. Putri pasangan Wayan Martini dan Nengah Kawiyarse ini divonis menderita gangguan saraf yang membuatnya lumpuh total sejak bayi.

Kini, orang tuanya hanya bisa pasrah dan berharap putrinya bisa mendapatkan kejaiban. “Saya sudah bawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP). Anak ini sudah diobati dokter maupun pengobatan tradisional. Namun hasilnya nggak ada. Kata dokter penyakitnya tidak bisa diobati, haya bisa dilakukan terapi,” terang Wayan Martini, ibu dari Kadek Radita.

Wayan Martini menjelaskan, dokter mengatakan putrinya telah mengalami gangguan saraf yang mebuat semua kerja fungsi sarafnya lumpuh. Akibatnya, Kadek saat ini tidak bisa berbicara, berdiri bahkan duduk sekalipun. Ia setiap harinya hanya terbaring di tempat tidur. Padangannya juga sudah tidak normal seperti anak biasanya.

“Saya sudah bawa ke politherapi di RSUP. Di sana kami diminta tetap melatihnya dengan terapi di rumah,” tuturnya pada Lombok Post.

Ia menceritakan, sejak lahir De’ta, sapaan putrinya tersebut memang sudah terlihat tidak normal. Pasalnya, tiga hari setelah kelahirannya, ia mengalami sakit kuning. Ia sudah membawanya ke puskesmas dan rumah sakit. Namun hasilnya nihil.

Akibat kondisi putrinya, Wayan Martini harus berhenti bekerja. “Dulunya saya bekerja di Mataram Mall di Toko Tiara. Tapi karena keadaannya begini, ya saya tidak bisa meninggalkannya bekerja,” akunya.

Untuk makan, De’ta harus dirangsang dan disuapi terlebih dahulu. Sesekali ia melempar senyum ketika mendengar orang lain berbicara. “Kadang ia ingin berkumpul dan bermain bersama teman seusianya. Tapi mungkin dia malu,” ujar Wayan Martini.

Ayahnya, Negah Kawiyarse sehari-hari hanya bekerja sebagi tukang ojek. Untuk memunculkan motivasi dan melakukan terapi pada De’ta, Martini dan suaminya kadang menggendong putri satu-satunya tersebut berkeliling sekitar lingkungan Seraya.

“Saya hanya berharap ia bisa normal kembali. Paling tidak bisa duduk atau berdiri lagi,” ungkap Martini sambil berkaca-kaca. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys