Ketik disini

Headline Pendidikan

PNFI Mataram Keterlaluan!

Bagikan

* Pungli untuk Acara Bunda Paud

MATARAM a�� Ini aneh tapi nyata. Untuk menggelar kegiatan di luar dinas, guru taman kanak-kanak (TK) dimintai uang.

Parahnya, pungutan liar (Pungli) itu diduga dilakukan untuk kegiatan bernuansa politis. Pungli ini diduga dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mataram, Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI).

Kabid BNFI Dinas Dikpora Mataram I Made Swastika Negara yang ditanya soal dugaan pungli ini mengelak. Ia menyebut, kegiatan ini bukan kegiatan kedinasan. Melainkan, kegiatan Bunda Paud. Oleh sebab itu, ia meminta ada sumbangsih dari lembaga TK di Mataram.

a�?Kontribusi TK ini tidak wajib. Jika tidak ada dana tak perlu dipaksakan,a�? katanya. Dijelaskan, kegiatan Bunda Paud membutuhkan dana. Ada lomba dan hadiah yang akan diberikan kepada pemenang. a�?a��Kita belum pastikan dana ini sudah terkumpul atau tidak. Dan kegiatan ini juga kan belum jalan,a��a�� elaknya.

Sayangnya, keterangan Kabid ini bertolak belakang dengan informasi yang diserap Lombok Post. Guru TK sudah dikumpulkan dinas beberapa waktu lalu. Dalam rapat di TK negeri jelas disebutkan pungli itu tanpa pengecualian. Guru diminta berkontribusi Rp 150 ribu untuk negeri, guru swasta diminta Rp 75 ribu. Pungli itu untuk acara, Bunda PAUD Menyapa. Rencananya acara ini digelar 24 Mei.

Untuk memastikan kebenaran laporan itu, Lombok Post bertemu dengan salah satu guru TK. Guru ini pun membenarkan informasi soal dugaan pungli.

a�?a��Harusnya lembaga diberikan sumbangan. Bukan menyumbang Bunda Paud,a��a�� ucap guru yang meminta namanya tidak dikorankan ini.

Ia pun menduga, acara yang digelar bernuansa politis. Maklum, saat ini memasuki tahun politik di Mataram. Bunda Paud Mataram melalui BNFI Mataram sengaja mengumpulkan lembaga TK dan guru-gurunya. Rencananya acara itu digelar di Gelanggang Olahraga.

a�?a��Lain-lain yang punya acara, kita diminta sumbangan,a��a�� keluhnya dengan nada berat.

Ditambahkan, dari informasi yang diterima, acara sudah ada sponsor dan uang pendaftarannya. Ia pun bingung ketika guru TK diminta kontribusi. Terutama TK swasta yang masih kurang perhatian dari pemerintah setempat.

a�?a��Bantuan operasional Paud di bawah Rp 5 juta diterima per tahun,a��a�� akunya.

Lebih lanjut, konyol ketika BNFI punya gawe. Justru TK yang diminta kontribusi. Apalagi banyak guru keberatan dengan kegiatan yang diadakan BNFI Mataram.

a�?Kalau guru diberatkan seperti ini kami yakin tidak ada simpatik terhadap BNFI,a��a�� tandasnya.

Ada nuansa politis atau tidak, dugaan pungli untuk TK negeri dan swasta ini harus diluruskan. Tidak seharusnya, bidang yang menaungi sekolah malah meminta sumbangan pada guru. (jay/r13)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *