Ketik disini

Metropolis

Tenang, Sapurah Sedang Ditangani Konjen

Bagikan

* Kasus TKW Ditahan Majikan

MATARAM – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans), H Ahsanul Khalik mengomentari kasus Sapurah, TKW asal Mataram yang ditahan majikannya di Arab Saudi selama 19 tahun. Menurut Ahsanul, permasalahan tersebut telah dilaporkan BP3TKI Mataram NTB kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

“TKW tersebut tengah ditangani KJRI dan diproses untuk diupayakan bisa pulang ke Lombok. Permasalahannya hanya ditahan majikannya saja. Kalau gaji dan komunikasi dengan keluarga, saya rasa tidak ada masalah,” terangnya.

Disosnakertrans Mataram berperan sebagai jembatan antara keluarga TKW dengan BP3TKI. Sejauh ini, koordinasi terus dilakukan. “Laporan dari keluarga telah masuk tanggal 22 April lalu. Laporan tersebut telah disampaikan pihak BP3TKI ke Konjen dan kini sedang diproses,” sambungnya.

Ia menuturkan, pihaknya dari Disosnakertrans juga telah mengunjungi keluarga Sapurah. Mantan mertua Sapurah yang ditanyai Disosnakertrans mengaku kalau Sapurah setiap tahunnya selalu mengirimkan uang gajinya ke Lombok.

“Bahkan kata mantan mertuanya, ia bisa membuat rumah dan membelikan anak-anaknya motor dari hasil gajinya menjadi pembantu rumah tangga di Madinah,” ujar Ahsanul.

Penuturan keluarganya, Sapurah ditahan majikannya dan tidak diizinkan pulang ke Lombok karena dirasakan sudah terlalu dekat dengan anak sang majikan. Sayangnya, anak sang majikan kini sudah bukan anak kecil lagi.

“Kalau masih kecil sih nggak masalah. Tapi anak majikannya kini sudah dewasa dan bahkan berkeluarga. Ini kan nggak masuk akal kalau anaknya yang dijadikan alasan,” terang Yanti, putri Sapurah yang sebelumnya menceritakan kondisi ibunya kepada media.

Yanti dan kakaknya Fitriani mengungkapkan, ia sudah tidak bisa menahan rasa rindunya pada sang ibu. Pasalnya, ia dan kakaknya ditinggalkan sang ibu sejak berusia dua tahun. “Saya hanya ingin ibu pulang. Itu saja,” tegasnya.

Ia berharap dengan dimuatnya berita ini di media, ada upaya serius dari pemerintah memperhatikan nasib warganya yang berada di tanah rantauan.

Ia sangat merindukan orang yang telah melahirkannya tersebut. Yanti sebelumnya mengaku telah lupa dengan wajah sang ibu. Pasalnya ia belum pernah melihat wajah ibunya langsung sejak 19 tahun yang lalu.

“Memang sih bisa lihat lewat HP. Tapi kadang saya mikir apa iya itu ibu saya. Soalnya sudah lama sekali ditinggal. Sejak masih kecil dan belum ingat apa-apa,” tandasnya. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *