Ketik disini

Praya

PMII Adukan Pencabutan Kwh Sepihak

Bagikan

PRAYA – Puluhan aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Tengah mendatangi kantor PLN Cabang Praya, kemarin. Mereka mengadukan pencabutan Kwh sepihak yang dilakukan petugas PLN di beberapa desa.

a�?Jangan asal main cabut saja. Saat giliran masyarakat menonggak PLN seenaknya bertindak. Sebaliknya, saat pelayanan yang diberikan tidak maksimal,a�? kata koordinator lapangan (korlap) Muhali di kantor PLN Cabang Praya.

Dia menilai, ada dugaan mafia Kwh di PLN yang bekerja sama dengan pihak ketiga. a�?Tolong polisi agar mengusut tuntas. Termasuk, pimpinan PLN untuk mencari tahu kebenaran yang kami sampaikan,a�? ungkapnya.

Di hadapan Kepala PLN Cabang Praya Lalu Muliadi, Muhali menekankan permasalahan itu wajib diselesaikan selama 7×24 jam. Jika tidak, maka pihaknya bersama masyarakat yang dikorbankan kembali mendatangi PLN Praya hingga kantor di Mataram. a�?Jangan remehkan aksi kami ini,a�? tegasnya.

Menanggapi hal itu, Lalu Muliadi mengatakan, siap bersama PMII mengusut tuntas dugaan mafia ini. a�?Agar tidak menjadi fitnah, mari tunjukkan buktinya, siapa pegawai saya yang main-main,a�? ujarnya.

Dia mengaku, tidak ada kata maaf bagi mereka yang memanfaatkan situasi di lapangan. Apalagi, main-main memutuskan Kwh listrik tanpa adanya teguran lisan dan tulisan.

a�?Yang jelas jika ada pelanggaran, maka urusannya adalah hukum. Kami tidak mau membela pegawai atau rekan kerja sama PLN yang main-main,a�? tegasnya.

Muliadi pun mengaku berterima kasih atas laporan yang disampaikan para aktivis PMII. Dia meminta semua pihak untuk melakukan aksi yang sama seperti PMII, sebagai wujud kontrol sosial di tingkat masyarakat.

Perwakilan PMII pun berkesempatan mendengarkan penjelasan dari sejumlah pejabat PLN tersebut. a�?Apa yang disampaikan ini memang ada benarnya. Banyak pengaduan ke kami karena kena tipu,a�? sambung Manager area PLN Mataram Bagus Aprianto.

Dikatakannya, bagi pegawai atau rekan kerja sama PLN yang ditemukan main-main, maka ada sanksi yang disiapkan.

Dia berharap ke depan, masyarakat bisa melaporkan sendiri setiap permasalahan yang dihadapinya masing-masing. a�?Bila perlu langsung saja ke polisi,a�? ungkap Aprianto.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *