Ketik disini

Giri Menang

Bantu Pemilik Kapal, Sehari Raup Rp 100 Ribu

Bagikan

* Kasim, Mengais Rupiah dari Sisa Pembongkaran Pupuk

Aktivitas bongkar muat pupuk di Pelabuhan Lembar, adalah ladang pengharapan bagi Kasim. Dari mengumpulkan bulir pupuk yang tercecer itulah, dapur di rumahnya tetap ngepul.

SEORANG pria terlihat sibuk beraktivitas di tempat sandaran kapal. Di bawah alat bongkar pupuk bercat kuning itu, pria yang mengenakan baju singlet sangat serius bekerja.

Ia mengumpulkan butiran-butiran pupuk yang tercecer di tempat bongkar muat. Dengan sapu lidi yang sudah lusuh, perlahan-lahan tangannya meraih pupuk urea yang sudah tercampur tanah.

Sengatan matahari tak mengganggu pria yang diketahui bernama Kasim itu. Ia tetap semangat mengumpulkan ceceran bulir pupuk demi mengais rupiah.

Sudah lama Kasim menjalani aktivitasnya itu. Sejak duduk di bangku SD, dia sudah menjalani pekerjaan yang tak diidamkannya ini.

Ia mengaku tak punya pilihan lagi, selain mengandalkan pekerjaan tersebut. Dari hasil inilah, dapurnya tetap ngebul.

Hasil dari penjualan pupuk yang dikumpulkan ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan tiap hari. Termasuk menyekolahkan anaknya, yang kini sudah duduk dibangku SD. a�?Udah lama saya jadi pengumpul pupuk. Sejak 30 tahun lalu,a�? akunya.

Biasanya, Kasim bisa mengumpulkan pupuk 10 kresek tiap harinya. Satu kresek itu seberat 10 kilogram dan dijual dengan harga Rp 10 ribu.

Untuk sehari, sambung Kasim, bisa mengumpulkan 10 kresek pupuk. Nantinya, pupuk-pupuk itu dijual. Pembelinya tak perlu dicari. Menurut Kasim, biasanya para pembeli akan datang ke pelabuhan dan langsung membelinya. a�? Ada yang datang cari pupuk. Kalau tidak ketemu di pelabuhan, mereka akan cari ke rumah,a�? katanya.

Selama mengumpulkan pupuk ini, dirinya tidak pernah mendapat teguran, apalagi larangan dari pemilik kapal. Begitu pula dengan perusahaan yang bertanggung jawab terhadap bongkar muat pupuk. a�?Saya tidak pernah dilarang. Mereka malah senang,a�? aku dia.

Kepala Perwakilan PT Carisma Sentra Persada Muhammad Haki yang bertanggung jawab terhadap pembongkaran pupuk juga tidak melarang. Karena, keberadaan para pengumpul pupuk sangat membantu.

a�?Mereka bersihkan, lalu ditumpuk di rumah. Kalau sudah banyak, mereka jual,a�? katanya.

Haki mengaku, tidak melarang mereka. Sebab, pihaknya mendapat untung dan tidak perlu lagi membersihkan sisa bongkaran pupuk. a�?Mereka bersihkan, jadi yang punya kapal tidak perlu lagi sewa orang,a�? pungkas Haki. (*/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys