Ketik disini

Metropolis

Cegah Kanker Serviks Jangan Vakum

Bagikan

MATARAM – Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi mengingatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah ini tetap fokus pada upaya nyata menjadikan NTB bebas kanker serviks. Gerakan nasional deteksi dini kanker mulut rahim ini jangan sampai terhenti.

“Ini menjadi kewajiban kita semua. Gerakan ini jangan sampai berhenti,” kata First Lady NTB, dalam rapat koordinasi program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan, di Gedung PKK NTB. Hadir dalam rakor seluruh instansi terkait, tak kecuali PKK.

Dia mengingatkan betapa ancaman kanker serviks pada perempuan sungguh nyata. Karena secara nasional, tiap jam, satu perempuan Indonesia meninggal akibat serangan penyakit ini.

Itu sebabnya, kata Erica, penyebaran penyakit ini harus terus ditekan. Pencegahan harus dimulai sejak dini. Para perempuan NTB hendaknya dikenalkan dengan apa yang harus dilakukan untuk penanganan penyakit ini, dan apa yang harus dilakukan untuk menghindarinya.

Sehingga menjadi keharusan, peran serta masyarakat digalakkan. Mencegah kanker serviks, bukan melulu menjadi masalah perempuan. Namun, menjadi masalah semua pihak, mengingat penyakit ini juga mengancam keberlangsungan generasi. Lantaran sulitnya perempuan yang terkena penyakit ini untuk hamil.

Di tempat yang sama, dokter ahli kandungan yang juga Ketua POGI Cabang Mataram Dody Ario Kumboyo mengatakan, kanker payudara dan kanker leher rahim kini sudah menjadi penyakit pembunuh nomor satu bagi para perempuan di dunia.

Kasus terbesar terjadi di negara-negara Asia Pasifik. Dia mengungkapkan, saat ini angka kasus pengidap penyakit kanker serviks di Indonesia umumnya penanganannya dilakukan setelah berstatus stadium lanjut. Dari 15.000 kasus baru, terjadi 8.000 kasus kematian akibat penyakit tersebut.

Itu sebabnya, semua patut mewaspadai penyakit mematikan ini. Kepada ibu-ibu dianjurkan untuk segera melakukan pencegahan lebih dini. Karena penyakit kanker memang sangat sulit untuk diobati. “Akan tetapi bisa kita cegah,” kata Dody. (kus/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *