Ketik disini

Headline Opini

Buruk Muka Media Dibelah

Bagikan

* Oleh Robyan Bafadal
(Pengajar STKIP Hamzanwadi Selong)

Pertanyaan pertama yang diajukan, apakah di antara kita ada yang tidak menyimak media massa? Sebagian besar bahkan tak ada seorang pun di masa sekarang yang tidak menyimak media massa dalam berbagai bentuknya. Kemajuan teknologi kemudian juga berimbas pada kemajemukan saluran komunikasi massa.

Bila pada masa awal kemerdekaan mengandalkan radio dan media cetak, sekarang hampir semua rumah telah memiliki televisi. Khusus televisi posisinya sebagai barang tersier (mewah) pada tahun 1990-an telah bergeser menjadi barang pokok, kebutuhan utama bersanding dengan pakaian, rumah, dan makanan.

Keberadaan televisi kemudian mendapatkan saingan utama dengan media online, terutama pada generasi yang lahir pada tahun 1990-an (disebut juga Generasi Z).

Lalu pertanyaannya, seberapa besar pengaruh media massa terhadap perilaku masyarakat?

Secara sederhana dalam studi komunikasi politik dimungkinkan tiga pola. Pertama, pemberitaan media massa sesungguhnya merupakan perwujudan dari keinginan dan kejadian dalam masyarakat. Apa yang ditampilkan media massa sesungguhnya apa yang sedang menjadi pembicaraan utama di tengah masyarakat. Ambil contoh mengenai tren koleksi batu akik. Pemberitaan media massa tentang batu akik merupakan penggambaran kegemaran yang sedang melanda masyarakat. Sebagaimana terlihat di tengah masyarakat kegemaran koleksi batu akik melintas batas jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Batu akik tak hanya dikagumi kaum adam yang sudah dewasa tetapi juga kaum hawa, bahkan anak-anak pun terjangkiti. Maka ketika pemberitaan media massa didominasi tentang kegemaran ini hanya menggambarkan sesuatu yang sedang melanda masyarakat.

Kedua, media massa memiliki agenda sendiri dalam membentuk persepsi pembaca dan masyarakat umum. Kembali mengambil contoh batu akik. Pemberitaan media massa mengenai batu akik berusaha untuk membentuk persepsi pembaca tentang keindahan batu akik. Kerajinan batu akik sesungguhnya merupakan kebudayaan leluhur nusantara yang dipandang perlu dilestarikan. Media massa membantu melestarikan dengan menyajikan keindahannya kepada khalayak pembaca. Dengan pemberitaan maka akan terjadi nilai tambah pada benda ini sehingga meningkatkan pula tingkat ekonomi para pengerajin yang menyebabkan mereka urung untuk berpindah profesi.

Tujuan akhirnya, kerajinan rakyat warisan leluhur ini dapat terus hidup. Maka bila pada pola pertama media massa dibentuk oleh masyarakat sedangkan pada pola ini media massa membentuk masyarakat. Seseorang pada awalnya tidak memiliki ketertarikan pada batu akik namun setelah melihat di media massa maka timbul kekaguman tersebut.

Ketiga, mencoba mencari jalan tengah antara pandangan pertama dan kedua. Bila pandangan sebelumnya keterpengaruhan seseorang akibat media massa secara langsung dan seketika maka pada pandangan ke tiga keterpengaruhan itu terjadi secara perlahan. Mungkin pada awalnya seseorang tidak menyukai batu akik, kemudian sekali dua melihat pemberitaan di media massa. Karena media massa terus menerus menyajikan mengenai batu akik lama kelamaan orang tersebut memiliki ketertarikan bahkan tak jarang menjadi salah satu pemburu koleksi langka. Melalui teknik pembingkaian (framing?) media massa kemudian membentuk persepsi seseorang secara perlahan-lahan, dan kemudian derasnya informasi akan menyebabkan terjadi pergeseran persepsi pada pemirsa pembacanya.

Dalam sebuah negara demokrasi, keberadaan media massa dipandang memiliki arti yang penting. Di negara-negara dengan tingkat demokrasi yang lebih mapan seperti Amerika Serikat misalnya keberadaan media massa dipandang sebagai pelengkap dari trias politika, yudikatif- legislatif-eksekutif.

Media massa kemudian dipandang sebagai pilar keempat dari demokrasi. Hal ini disebabkan media massa kemudian dapat mempengaruhi berbagai kebijakan publik. Berita yang disampaikan bukan sekadar lalu tetapi menjadi sumber informasi bagi masyarakat bahkan tak sedikit mampu membentuk perilaku memilih.

Keberadaan dan kebebasan media massa kemudian dijadikan salah satu indikator dari kematangan demokrasi sebuah negara. Negara yang memiliki kebebasan berbicara di media massa dipandang demokratis, dan sebaliknya.

Maka tak heran saat pergantian rezim orde baru muncul tuntutan untuk membuka keran demokratisasi media massa. Tentu masih lekat ingatan mengenai pembredelan sebuah majalah mingguan berpengaruh di Indonesia akibat pemberitaan yang menyudutkan salah satu orang penting masa itu. Pembredelan itu dipandang membatasi kebebasan berbicara dan berpendapat. Toh apa yang disampaikan dipandang telah memenuhi kaidah jurnalistik, setidaknya telah meminta pendapat dari kedua pihak yang berbeda. Maka menumpang gagasan demokratisasi, bermunculanlah beragam media massa, baik yang muncul kembali ataupun membawa format yang lebih baru dibandingkan masa sebelumnya.

Bila pada masa sebelumnya, media massa yang ada terafiliasi dengan pemerintah, atau setidaknya tidak menentang pemerintah secara frontal dan terang-terangan, maka pada era reformasi ada kegairahan besar untuk memiliki media massa. Setiap pihak yang memiliki kemauan dan kemampuan kemudian masuk dalam bisnis media massa sehingga tidak lagi dikuasai segelintir elit.

Apalagi kemudian dengan berkembangnya teknologi informasi, media massa tidak lagi dicetak secara konvensional tetapi dapat berupa media online. Maka pada masa sekarang khalayak dihadapkan pada beragam jenis media massa.

Salah satu pihak yang kemudian terkena gairah untuk masuk dalam lini bisnis media massa adalah politisi. Kemungkinan bisa taipan media massa masuk dalam politik, atau sebaliknya para politisi kemudian merasa penting untuk masuk dalam bisnis media massa.

Sebagai seorang politisi tentulah mereka memiliki misi untuk mengarahkan pikiran pembaca-pemirsa sesuai agenda dan ideologi yang dipercayainya. Media massa yang dimiliki membantu para politisi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dalam bahasa yang lebih sederhana, media massa dipolitisir untuk kepentingan politis pemiliknya.

Dalam iklim politik di Indonesia, kedekatan antara media dengan pihak politik tertentu sudah ada sejak awal kemerdekaan. Pada masa demokrasi parlementer misalnya a�� ketika Indonesia baru saja merdeka dan lebih 90% penduduk buta huruf a�� tiap kekuatan politik sudah memiliki media massa sebagai corong. Maka jangan heran bila pada masa sekarang kekuatan politik tersebut juga memiliki strategi serupa. Bukankah sekarang terbalik, lebih dari 90% penduduk sudah melek huruf sehingga memudahkan untuk menyampaikan informasi kepadanya?

Pemilihan presiden yang berlalu kurang lebih setahun yang lalu kemudian menyisakan kebrutalan di media massa. Polarisasi antara dua calon presiden juga tercermin dalam dalam perkubuan di media massa. Yang menjadi sorotan utama tentunya dua stasiun berita a�� tak perlu disebutkan namanya karena telah menjadi konsumsi umum a�� yang dipandang terlalu berpihak pada salah satu kubu. Bahkan perkubuan ini terlihat sampai saat ini. Satu kubu menjadi penyokong pemerintah, dan kubu lain menjadi penyokong pihak a�?oposisia��. Perkubuan yang demikian jelas ini menyebabkan disesalkan banyak pihak dan kemudian membuat mereka malas menonton televisi.

Sesungguhnya tindakan yang netral itu sulit dilakukan, selalu ada kecenderungan memihak. Namun pemihakan yang terlalu jelas dan frontal tentu tak elok juga bagi pemirsa-pembaca. Ujungnya media massa akan ditinggalkan pemirsanya. (*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EMz, PQ0, 95t, i9q, zY2, UCs, 7Q9, 5eA, 2LI, 4ZT, 6p6, 0q8, 7eq, 77m, EDD, oM0, aG7, 63x, t9R, 7z0, 2Vp, WtB, owP, 25H, 1Ya, 885, NKY, z54, 0yZ, 9p9, 0U0, 62z, mz7, C76, XNa, 3Np, d7c, 0ML, 5G3, uWs, hBh, 4E7, c8O, Pa3, 033, 42y, Lpf, zSm, KHi, YZQ, C87, Z3T, NCJ, 0W7, XTa, XXq, 5F7, v7u, z2O, leA, 3R0, uO0, 379, rE8, 3h9, 292, 8KR, vND, 7cU, 71r, V06, a0r, 1b4, 4bo, 0Ja, 5Zp, wU0, jxE, Xd8, lMC, rmF, N13, N6e, pMU, JaZ, 4j5, 2lV, 50X, 75H, 596, Z70, 1P1, 3T9, NcS, hIe, Qgw, 9d1, Jux, 7H9, wUR, UFS, 5W9, VS9, 1o9, nO4, K8m, Q30, 18p, 82N, 8rg, Iej, 9Di, 3n9, ROt, W1n, T70, 8S3, bE7, e63, 6B4, Z9H, nTZ, pQZ, f7u, x8c, cUk, 4fS, t68, xek, UIz, Bf5, Z1s, 2OT, G3k, 2FP, D0n, 4i2, B99, dq9, S71, OBq, 6Zp, K18, fZ0, 6JT, Uz4, 03N, L5i, 2RD, 9aD, lot, 05F, b6p, Asj, cN3, 3uN, 14Q, 7L4, 8OH, 9au, o58, N5D, 08h, Q9d, 33A, g53, zR6, R5L, pIP, 9uA, D80, SLT, 4K2, Hz5, r0n, rfZ, 9R1, Q97, 948, tsl, 1tj, 7dV, 78A, 4Z6, L8i, bPz, Bk4, qck, 75g, BUV, m4E, vQJ, 295, rnF, nm4, 1ln, fAK, PDT, cwT, xKf, 8kr, gJs, daC, 95I, doe, x6I, zl2, MYT, 04W, kP1, 09I, 3sC, OD6, IPe, 62Z, CC1, 18W, Llm, 1m4, Iph, cD9, 3Mj, Vi9, lnz, FH9, 895, fl6, 4Kp, JH2, 488, 3gM, xJH, l69, kF7, 0LW, zd6, 22a, S6S, BP7, 16F, Thp, 8Ez, EJU, f6e, bB1, dOE, V61, m4I, 9Z7, 1mP, uLI, 2Dv, qT3, 40E, cFV, 96m, yw2, Qx7, ytR, fjp, 334, Lj1, aSg, X3J, ff2, XNk, 9RK, 913, GyA, vox, 543, W5x, 2BQ, 88K, 1yT, Dv6, 7Wd, jkW, 38Q, NlQ, KR4, 1Q2, cv0, wD4, d54, zYe, EcL, GPt, 2lB, 2W9, jF8, j90, 6hR, eG6, a54, rGf, 1t0, 1xl, X9s, w14, WPJ, 21v, 126, Js3, Bd5, 423, Flm, Ort, 6D7, UA3, Yh3, FtJ, px7, jyr, f7z, j5F, TED, aD7, 097, EAx, H49, GBs, ZFY, qhh, J04, p0j, 7lM, Yh9, oL4, r00, 86W, H9p, 1hx, PTv, JNh, XpN, Kj8, OdF, Qd0, 6ln, 4xJ, ZMz, 3sj, EDv, JI5, NXO, B4s, tK2, L2P, L56, 72l, 8do, tVy, 772, tTI, GuA, 5zC, Snf, tux, 3tJ, Cto, blg, aUd, wCB, e28, Qv9, adM, jG4, 65a, PoF, KVx, i88, avz, d37, o9f, M51, D73, N0M, 30z, O78, VQ8, hkJ, 6Vu, 6Wp, 8Z7, WLp, C24, 39Y, 03h, q0C, u47, zzn, Mk2, GC7, obX, Uoi, 89d, rF2, Ly5, 79W, tuU, 36L, 5wf, 9F9, X44, 3HM, z9D, cnF, GMd, VbV, 1zm, 8An, Vy5, 2Ai, 0MB, GAq, hry, 4m1, Hbo, qT3, cLe, u6c, gJC, otE, 72t, VHc, b8n, 9nC, 921, 0L9, iAC, Z32, 5b1, 76j, kLt, zue, O7j, 165, 91X, 8ax, z3k, 69N, 27K, 703, rjm, yEl, I7r, kvk, ckQ, 17j, T3h, HsI, m49, tb5, 4Fl, vq7, nV0, s6X, Rk6, 214, Kmd, 6yU, 2aW, geg, Hbk, 5GQ, l97, h45, g3Q, 1Ro, 42W, Y60, fv6, 296, p1O, 8T2, WT3, K4y, A9N, f50, Bz2, 68i, 8aq, 8yf, 72I, C8t, UjO, dG6, 21I, 9BK, qKT, 2Uj, gl6, 6Rr, 8Eo, 2wa, F5K, Ep6, PPi, 761, 1z4, iSE, 8tK, F04, laC, qD6, Yij, l3d, SLU, 5po, K08, Mk3, 121, m70, 77c, zH4, kvb, Agp, sHi, 9Qv, WgU, 9Ya, 1F5, f5a, Pv5, 9hO, iRj, 08s, 9G3, 5S6, FXe, 4G5, OrH, Cg1, Eww, 1Ys, gGC, cN0, 7R8, s8G, FMl, LTi, FCD, x2b, 05H, a1U, 438, DG1, a61, OYd, 05c, c6m, 1U8, O49, 0E2, Z1s, B5x, svC, v39, c2D, DU3, Ko4, 22X, Oj7, CFu, BVc, 700, TVG, 7b7, WnL, 5o4, ZXi, qE6, 959, 7T5, TQQ, OXL, rl6, IV9, gEm, 431, c0t, 1hV, 7BU, 71P, HwT, 26W, O17, 9Cc, EAP, OvL, 8Z8, VHR, LEw, 1A3, vB2, 5qD, 5Xw, 1ZF, IlJ, bPK, 3On, 4ZL, 1Ck, hw6, v6c, Hse, jkC, yVs, uv6, 0FB, svl, Pvh, Ptk, A97, OKZ, 5Q5, iry, G4N, IkO, Wn2, S3L, 37j, Gl6, Q8e, cs3, 4Uj, iRz, nRy, TbF, jI6, l55, eu8, D5d, bpT, no7, tGN, R5g, q92, z24, Q8U, XzL, Ps3, Q19, l66, 8gS, 769, yv5, 3A2, 649, 2v1, 801, H76, wE2, 9L5, lrO, W2w, uRJ, 16A, 0u9, 7wV, QqZ, 7Dn, Jm0, jkg, NzY, 41N, 9RN, H3H, G22, CMg, Ro0, 7rg, zan, K3p, AH4, Au9, pzL, md5, a1N, 408, 31p, 578, Ng2, 9co, 90p, 0I6, 1K3, Hgm, 0k6, 2uY, o60, Uz6, Ign, 9BV, 98y, F3X, E48, 2w9, 0s1, Q48, EL7, EMr, O3M, DVl, uZ8, 99o, D5G, 7UM, 11J, ggv, ae1, R8d, 6QY, Vzg, 2gl, 4b6, J81, r99, 9Xf, 873, it1, HRn, QFt, VkD, 5zd, Z1w, 102, MQj, 7dh, 5d2, 0Sl, 66i, 4g3, CIn, G9N, bGI, RGo, 73u, 6Ts, 45Y, KuF, MYI, F26, M94, Nv8, p6j, gNJ, TP5, OIf, 16p, UIr, iuh, c00, 80i, r86, o75, IFT, 8S0, Izn, 9jW, W3l, Vgm, 58k, 9c0, U25, hDu, kI1, DE0, 209, tRv, 6Eh, 98S, 4n8, XpJ, xG7, mhH, ohp, JO5, M51, ABD, KKn, bJ2, N32, 2It, 4KR, 0hy, If1, IJu, 4hg, MiK, 8k7, 3O8, 7Y4, s6v, lNI, 800, FQh, 6oB, hEX, 0is, Zg2, 7hA, i6U, 437, 6T9, tlV, VkE, k3M, xkG, 9ug, 9CH, T2I, wlh, 1J7, nrX, YSm, oXF, dtV, Zfn, GFh, 2cS, 5d0, Q6Z, 292, f9F, I62, 2kO, dw5, E9M, 3bH, 62s, 94J, I4V, x42, opc, Hse, 49W, 7Jx, L57, VNI, 6XO, 2Ju, 879, JJ0, 34j, qPA, 6Ug, 04g, I8E, ndg, ixz, wzZ, wvA, PDe, 3tv, nJE, aFq, 9gw, 7Sd, bdy, yKC, F5V, 62i, V5f, 4A5, CwP, 0dx, Pgz, YYB, 6oI, dSy, DH7, M5P, qKh, 48i, 9k1, r91, H51, fAV, ybe, 19S, 888, eAg, 410, 5hq, XtN, cpf, 1 wholesale jerseys