Ketik disini

Metropolis

Akademisi Dukung Perda Lahan Abadi

Bagikan

MATARAM – Pemkot masih mengupayakan adanya perda yang mengatur tentang lahan abadi. Dengan adanya perda ini diharapkan lahan pertanian atau persawahan tidak dialihfungsikan sebagai lokasi bangunan, seperti ruko maupun perumahan.

Rencana dilahirkannya perda ini didukung sejumlah kalangan, termasuk akademisi. Dekan Fakultas Pertanian Unram Sukartono menerangkan, perda lahan abadi ini sangat penting untuk menjamin keberadaan lahan pertanian di Kota Mataram.

“Keberadaan lahan abadi itu sangat penting. Selain untuk fungsi pertanian juga memberikan efek terhadap lingkungan sekaligus berfungsi sebagai penyerapan,” terangnya kepada Lombok Post.

Pria yang baru menjabat beberapa bulan menjadi Dekan Fakultas Pertanian ini menerangkan, keberadaan perda lahan abadi sebagai bentuk pengendalian terhadap konversi lahan. Pasalnya saat ini banyak lahan pertanian di Kota Mataram yang beralih fungsi menjadi bangunan pertokoan maupun perumahan.

“Padahal lahan pertanian yang kini berubah fungsi tersebut merupakan lahan produktif,” jelasnya.

Oleh karena itu, upaya mempertahankan lahan pertanian yang ada saat ini dirasakan sangat penting. Apalagi Kota Mataram dituntut untuk bisa meningkatkan hasil pertanian seperti padi, jagung dan kedelai, untuk mendukung suksesnya swasembada pangan.

Selain itu, Sukartono menerangkan, jika lahan pertanian berubah fungsi dapat memberi dampak pada lingkungan. Misalnya saja seperti banjir. Karena, fungsi serapan air hujan berubah ketika tanah sudah dibeton dan tertutup bangunan.

a�?Sawah atau lahan pertanian berfungsi untuk menampung dan menyerap air hujan dan juga sebagai ruang terbuka hijau,a�? tuturnya.

Saat ini ia mengatakan lahan pertanian di Kota Mataram setiap tahun terus berkurang. Oleh karena itu dirasakan perlu adanya perda lahan abadi untuk mencegah habisnya lahan pertanian yang masih tersisa.

Namun, sebelum perda ini disusun, harus ada kajian terlebih dahulu, termasuk pemetaan ulang tentang lahan pertanian di Kota Mataram. “Saya berharap pemerintah tidak terlena meski bidang pertanian tidak memberi kontribusi besar bagi PAD,” ujarnya.

Meski di wilayah perkotaan ia berharap lahan pertanian jangan sampai diremehkan. “Tanpa adanya lahan pertanian, kita nggak bisa hidup,” tandasnya. (ton/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *