Ketik disini

Headline Sumbawa

Menperin Tuntut PTNNT Penuhi Janji

Bagikan

*Pemurnian Konsentrat di Dalam Negeri

TALIWANG – Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husein mendesak PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) segera melakukan pemurnian dalam negeri. Sesuai komitmen yang disampaikan ke pemerintah.

“Akan punya nilai tambah,’’ kata Saleh disela-sela kunjungannya ke gudang konsentrat milik PTNNT, Sabtu (30/5).

Menurutnya, barang tambang yang dioleh langsung dalam negeri selain bisa memberikan dampak positif secara langsung melalui lapangan kerja baru, juga bisa meningkatkan nilai pendapatan bagi pemerintah.

‘’Kita akan koordinasikan dengan lintas kementerian kalau terkait dengan smelter ini. Baik dengan Kementerian ESDM maupun dengan kementerian terkait lainnya, kita tentu berharap ini bisa dipercepat, prosesnya bisa segera selesai dan tentunya perusahaan juga harus kita pikirkan agar bagaimana mereka bisa bekerja lebih lanjut,’’katanya.

Pemurnian dalam negeri oleh seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia sudah diatur melalui Undang-Undang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Dimana setiap perusahaan yang berinvestasi ditanah air harus melakukan pemurnian dalam negeri sebelum barang tersebut dikirim keluar negeri. ‘’Itu memang sudah menjadi amanat UU. Soal tenggat waktu, ya kita harap secepatnya,’’ pintanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat telah memberikan tenggat waktu kepada perusahaan tambang termasuk PTNNT untuk segera membangun pabrik pemurnian dalam negeri. Tenggat waktu tersebut dipastikan akan segera berakhir, sementara hampir seluruh perusahaan tambang yang beroperasi ditanah air masih berkutat dengan sejumlah perjanjian. ‘’Kami memang berharap lebih cepat lebih bagus,’’ tandasnya.

Sementara itu, Rahmat Makkasau, General Manager Hubungan Masyarakat dan Pemerintahan PTNNT, mengatakan perusahaan secara prinsip sejak awal tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk melakukan pemurnian barang tambang dalam negeri. Selama ini, PTNNT memang masih melakukan pengiriman barang tambah mentah dalam bentuk konsentrat. ‘’Kita dukung dan suport dan kita tahu persis dampak adanya smelter ini bisa membawa dampak lebih baik. Hambatan kami (PTNNT) sendiri untuk membangun smelter ini karena memang mengalami keterbatasan, sehingga saat ini kita bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia untuk pabrik pemurnian tersebut,’’ katanya.

Sejauh ini progres pembangunan smelter di lapangan sepenuhnya diserahkan kepada PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang yang beroperasi di Papua itu sendiri berencana, pembangunan pabrik smelter ini akan dibangun di Gresik, Jawa Timur. Kebijakan yang diambil PTNNT melalui kerjasama dengan PT Freeport terkait pengolahan barang tambang di Gresik, Jawa Timur ini dipastikan mementahkan harapan Pemprov NTB maupun pemda KSB agar smelter ini dibangun di KSB. Namun karena semua kebijakan pembangunan smelter ini diserahkan kepada Freeport, PTNNT pun tidak bisa berbuat banyak.

‘’Kita ikut dimanapun Freeport membangun, karena itu tadi kita (PTNNT) memiliki keterbatasan untuk pembangunan smelter ini. Soal kapan kepastian smelter itu beroperasi, sepenuhnya menjadi kewenangan Freeport, karena mereka yang menentukan dengan siapa kita bekerjasama. Yang jelas, PTNNT sudah menyatakan siap memasok konsentrat dipabrik pemurnian tersebut,’’ tandasnya.

Rahmat juga menyebut, setiap progres pembangunan smelter yang dilakukan Freeport dimana didalamnya ikut PTNNT, tetap dilaporkan kepada Kementerian ESDM. ‘’Sejauh mana progresnya di lapangan tetap dikoordinasikan dan disampaikan dengan Kementerian ESDM,’’ sebutnya lagi.

PTNNT sendiri sebelum memilih bekerja sama dengan PT Freeport, lebih dulu menjalin kerjasama dengan PT Indosmelting dan Nusantara Smelting. Diakui Rahmat, MoU dengan dua perusahaan itupun saat ini masih tetap berlaku. ‘’MoU dengan Indosmelter masih jalan demikian halnya dengan Nusantara Smelter. Dua-duanya jalan, cuma yang memiliki progres sampai saat ini adalah dengan Freeport,’’ tandasnya.

Selama berada di areal gudang konsnterat PTNNT, Menteri Perindustrian bersama sejumlah pejabat eselon I Lingkup Kementerian menyempatkan diri mengunjungi dan melihat dari dekat konsentrat milik PTNNT yang siap dikapalkan. Di tempat ini, Menteri Perindustrian ditemani langsung Rahmat Makkasau. Selain melihat dari dekat bagaimana model konsentrat yang dihasilkan perusahaan tambang tembaga dan emas itu, Menteri Perindustrian juga menanyakan sejumlah hal penting terkait dengan proses produksi hingga pengapalan.(far/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up