Ketik disini

Giri Menang

Miris! Pelajar Idap Penyakit Menular Seks

Bagikan

DI tengah denyut dunia malam, ada cerita lain yang mengejutkan datang dari kawasan sekitar kawasan wisata Senggigi. Penderita penyakit Infeksi Manular Seks (IMS) akibat berhubungan intim ditemukan di wilayah Gunungsari. Ironisnya, para penderita banyak dari kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA.

Kepala Puskesmas Gunungsari Akmal Rosamali mengaku, pihaknya banyak mendeteksi para pelajar yang menderita penyakit IMS. Temuan ini, kata dia, sangat mencengangkan, apalagi menimpa kalangan pelajar.

a�?Di sini banyak anak-anak sekolah yang mengidap penyakit IMS. Mirisnya, pasangan remaja lakukan seks,a�? katanya.

Ungkapan itu sesuai dengan fakta yang ditemukan pihak puskesmas di Gunungsari. Menurut Akmal, untuk menekan angka penyakit IMS itu, pihaknya melakukan jejaring yakni membuat posyandu remaja.

Tujuannya, sambung dia, agar remaja tidak sembarangan melakukan hubungan badan. Selain itu, pihaknya menyasar pula sekolah-sekolah.

a�?Kami lakukan kegiatan edukasi konseling. Kalau di sekolah-sekolah, kami masukkan ke program UKS,a�? terang dia.

Penyakit semacam ini, aku dia, tidak terlepas dari wilayah Gunungsari, yang masuk bagian dari lokasi wisata. Sehingga, dugaannya, para pelajar terbawa arus pergaulan.

a�?Kami berusaha mengimbau agar para pelajar ini menghindari hubungan intim sembarangan. Kami juga gandeng masyarakat setempat,a�? bebernya.

Akmal mengungkapkan, pihaknya juga berusaha mencegah masuk HIV. Tahun lalu, ungkap dia, ada enam orang mengidap penyakit HIV di sana.

Tidak ingin terulang lagi, Akmal melakukan gebrakan lebih awal. Caranya, mendatangi kos-kosan yang diduga hunian para PSK. a�?Kalau tahun ini belum ada,a�? akunya.

Ia mengaku, pihaknya rutin melakukan pembinaan. Termasuk terhadap penghuni kos-kosan yang diketahui bekerja sebagai PSK. a�?Kita adaa�Z pembinaan bagi PSK. Karena adaa�Z yang kos-kos di sini (Gunungsari),a�? bebernya.

Diketahui, untuk Lobar sendiri sejak tahun 2008 penderita HIV terus mengalami peningkatan. Dari 14 orang penderita menjadi 56 orang pada Agustus 2014. Sedangkan AIDS dari 12 orang sejak 2008 menjadi 55 orang hingga Agustus 2014.

Kasus HIV-AIDS pertama kali ditemukan tahun 1992. Dalam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2014 kasus kumulatif HIV/AIDS tercatat 111 kasus. Rinciannya HIV 56 kasus dan AIDS 55 kasus. 15 orang dari jumlah tersebut termasuk dari kalangan ibu rumah tangga.

Kasus ini sudah menyebar di 10 kecamatan se-Lobar. Daerah penyumbang terbanyak berada di areal tambang Sekotong dan kawasan wisata Senggigi. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *