Ketik disini

Sportivo

Pernah Dipanggil ke Pelatnas, Banyak Cetak Atlet Berprestasi

Bagikan

* Pelatih Andalan NTB di PON XIX/2016 Jabar (2)

Prestasi seorang atlet tentu tidak terlepas dari kehadirian pelatih. Untuk itu, KONI NTB tidak sembarangan menunjukkan pelatih dalam Pelatda Sentralisasi Tambora 2015. Salah satunya adalah Subagio, pelatih Cabor atletik.

Peranan pelatih sangat penting dalam meningkatkan prestasi atlet menggapai juara dalam suatu even olahraga berskala nasional maupun internasional. Melalui pertimbangan itulah, KONI NTB kini lebih selektif memilih pelatih untuk PON XIX/2016 di Jabar.

Sering raihan hasil yang sangat memuaskan pada PON di Riau sebelumnya, akhirnya KONI memutuskan mempertahankan para pelatih yang berkiprah di ajang empat tahunan itu. Salah satunya Subagio. Pelatih yang identik dengan topi dan kacamata ini sekali lagi mendapatkan kepercayaan menahkodai cabor atletik.

Menarik untuk diulas bagaimana kisah putra luar daerah yang sukses mempersembahkan tujuh medali emas bagi NTB di PON Riau. Bagaimana awal karir kepelatihannya?

Ia lulus kuliah pada tahun 1990. Berbekal sarjana yang ia raih di IKIP Jogjakarta (sekarang UNY, red), akhirnya ia memutuskan merantau jauh dari keluarga. Meninggalkan kerabat tentunya terasa begitu berat. Namun pilihan itu rupanya telah menentukan hidupnya berkarir di daerah orang.
Sebelum bisa seperti sekarang, banyak hal yang ia lalui. Tekad yang begitu kuat untuk sukses membuatnya menjadi pribadi yang kerja keras. ”Saya masih ingat, prinsip saya waktu itu jodoh dan rezeki sudah ada yang ngatur,” katanya saat dikonfirmasi Lombok Post.

Perjalanan karirnya di NTB dimulai menjadi guru di SMPN 3 Mataram. Ia mengajar mata pelajaran olahraga. ”Saya dulu awalnya datang mengajar. Saya mengajar di SMPN 3 Mataram. Tahun 1990, saya memang ditempatkan bertugas di Mataram,” kenangnya.

Mungkin “Sambil menyelam minum air” adalah pepatah yang pas untuk menggambarkan Bagio muda kala itu. Karena selain mengajar di sekolah ia juga melatih di salah satu klub atletik di Ampenan. Berkat lisensi kepelatihan dan prestasi yang ditunjukkan di klub tersebut. Ahirnya ia ditawarkan bergabung menjadi pelatih atlet PPLP NTB. ”Waktu di PPLP kami berhasil meraih juara umum di Popnas 2005. Sementara di Popnas 2007, kami harus puas diposis kedua,” tuturnya.

Tak disangka, berkat prestasinya itu mengantarkan dirinya dipanggil ikut Pelatnas. Pria kelahiran Jawa Tengah, 30 Sepetember 1968 ini menuturkan dari awal dirinya tidak pernah menyangka bisa mengabdikan diri demi daerah pimpinan Tuan Guru Bajang ini. ”Dimanapun tempat saya berpijak. Akan saya junjung tinggi sampai ke langit,” tegasnya.

Keberadaan pelatih yang menguasai ilmu kepelatihan memang sangat penting dalam dunia olahraga. Karena selain memiliki pengetahuan dasar, juga dapat mengarahkan para atlet saat tampil dalam pertandingan. Kehadiran pelatih yang handal, sudang barang tentu dapat menjadikan atlet berprestasi.

”Menurut saya melatih adalah hobi, bagian dari hidup. Karena pelatih bukan hanya seseorang yang memberikan latihan fisik maupun teknik. Akan tetapi lebih ke bagaimana melatih murni dari tuntutan batin,” ungkapnya.

Lanjut Bagio, namun hal tersebut juga harus didukung dengan motivasi atlet yang dibina. Atlet yang ditangani harus melakukan latihan intensif dan ekstra keras dalam menggapai target. Menurutnya, tidak ada seorang juara lahir tanpa melakukan latihan keras setiap harinya. Melalui latihan keras, maka prestasi seorang atlet akan muncul kepermukaan untuk meraih kemenangan dalam suatu pertandingan.

”Latihan keras seperti itu hendaknya ada dibenak atlet. Apalagi yang dipersiapkan ke multieven PON XIX/2016 Jabar. Semua itu dibutuhkan atlet melakukan latihan keras,” terangnya Subagio.

Lebih lanjut, ia mengharapkan, cabor atletik bisa meningkatkan prestasi para atletnya. Dengan harapan, saat berlaga di PON XIX Jabar, Sepetember mendatang, anak asuhnya mampu berkiprah dalam menyumbang medali optimal bagi kontingen NTB. ”Semoga kami bisa mempertahankan tujuh medali emas PON,” pungkasnya. (bersambung/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *