Ketik disini

Metropolis

Wow… Dinas Peternakan Siapkan Agro Eduwisata

Bagikan

*Terintegrasi dengan Techno Park

MATARAM – Diam-diam, Dinas Peternakan NTB rupanya tengah menyiapkan kejutan besar bagi NTB. Mereka kini tengah menyiapkan sebuah kawasan Agro Eduwisata dengan menyulap lahan seluas 21 hektare di Banyumulek, Lombok Barat. Tahun ini saja, sedikitnya Rp 21 miliar anggaran akan tertanam di sana.

“Agro Eduwisata ini sedang dalam proses persiapan. Tahun ini sudah mulai ada bentuk. Target kami, tahun 2017, sudah mulai running,” kata Kepala Dinas Peternakan NTB, Hj Budi Septiani, di sela mengawal langsung proses land clearing lahan Agro Eduwisata di Banyumulek, Sabtu (30/5).

Di dalam kawasan itu nantinya akan ada kebun Hijauan Makanan Ternak. Lalu ada pula kebun hortikultura, yang terintegrasi dengan kawasan kandang indukan sapi-sapi unggul. Lokasi itu akan menjadi pusat pengembangan peternakan terpadu. Sehingga menjadi tempat pembelajaran sekaligus tempat wisata.

Mewujudkan Agro Eduwisata ini, Dinas Peternakan tak bekerja sendiri. Ini lantaran disadari kapasitas fiskal pemerintah provinsi yang terbatas. Sehingga, ketika tahun ini di kawasan Agro Eduwisata ini tertanam anggaran Rp 21 miliar, kata Budi tak seluruhnya anggaran provinsi.

Pihaknya, kata dia, menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebanyak empat hektare dalam kawasan itu nantinya akan disiapkan LIPI sebagai Techno Park. Agro Eduwisata dan Techno Park ini akan menjadi kawasan tempat implementasi inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, yang menjadikan produk olahan peternakan sebagai produk komersil.

“Harapannya bisa diproduksi dalam skala besar untuk industri sehingga bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” kata Budi.

Selain LIPI, kata dia, terlibat pula di sana dunia usaha. Badan Usaha Milik Negara, PT Berdikari akan menjadikan kawasan itu sebagai sentra pengembangan ternak semi intensif. Antara lain menjadi kawasan pengembangan peternakan sapi yang tidak sepenuhnya dikandangkan. Tapi seperti di Australia, bebas hidup di alam. Tapi, tetap dipagari sehingga tak keluar kawasan.

Pengembangan kawasan nantinya akan memperkuat posisi Unit Kegiatan Pengolahan Pakan yang sudah ada di Banyumulek. Produk unit ini nanti akan berupa pakan konsentrat, pakan silase, dan hijauan makanan ternak.

Di sana akan ada juga unit pengolahan produk sampingan, yakni berupa pupuk organik dan pengolahan bio gas. Termasuk juga penguatan rumah potong hewan, yang akan menjadikan ada aktivitas produk olahan.

Akan disiapkan juga unit khusus yang mengembangkan pertanian organik. Sehingga akan dihasilkan produk pertanian dan hortikultura yang memang bebas dari penggunaan pestisida. Di sana kini juga sudah ada balai insemnasi buatan untuk sapi-sapi unggul.

Secara keseluruhan Agro Eduwisata Banyumulek akan menjadi kawasan pengembangan yang bebas limbah. Sehingga apapun yang dikembangkan di sana, limbahnya akan dimanfaatan. “Ini adalah pusat pembelajaran pengembangan berbagai komoditas, sehingga bisa dikembangkan di kawasan lain di NTB,” tandas Budi.

Ditegaskannya, sedikitnya lebih dari 20 provinsi sudah siap menimba ilmu di kawasan Agro Eduwisata dan Techno Park NTB ini. Nantinya, akan dibangun pula semacam show room, yang akan terletak persis di pingir jalan bypass Bandara Internasional Lombok menyatu dengan kawasan, sehingga benar-benar mudah dijangkau.

Kawasan ini, dipastikan akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Saat ini saja, untuk land clearing kata Budi, telah mulai bekerja 50 orang. Sementara para peternak dan petani, akan menjadi salah satu penikmat manfaat Agro Eduwisata. Sebab, pengembangan kawasan memang dihajatkan untuk peningkatan kesejahteraan. (kus/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *