Ketik disini

Headline Tanjung

KLU Tak Takut Ancaman Lobar

Bagikan
* Kirim Surat, A�Tetap Cabut Plang

TANJUNG – Hubungan Lombok Utara dan Lobar menyangkut aset seluas 24 are lebih di Gili Trawangan dan 60 hektare di Amor-Amor, Kayangan memanas lagi. Menyusul ancaman Pemkab Lobar yang akan melaporkan Pemkab Lombok Utara ke pihak berwajib jika plang aset yang dipasang Pemkab Lobar di Gili Trawangan dicabut.

Menanggapi ancaman itu, Komisi I DPRD Lombok Utara bersama instansi terkait seperti bidang pembangunan, bagian aset DPPKAD, bidang hukum, dan Satpol PP Lombok Utara langsung menggelar pertemuan, Senin lalu.

a�?Kita tetap akan mencabut plang yang dipasang. Namun menunggu surat dari Bupati Lombok Utara tiba di Lobar. Setelah surat itu dikirimkan kita akan mencabutnya,a�? kata Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto usai menggelar pertemuan.

Menurut Ardianto, pemkab tidak perlu menunggu surat balasan dari Lobar. Pasalnya, hanya bersifat pemberitahuan saja karena menghormati. a�?Bisa saja kita cabut hari ini juga (Senin,red), namun kita menghormati Lobar,a�? jelasnya.

a�?Mereka (Lobar,red) datang diam-diam pasang plang, buktinya mereka pasang di pohon-pohon yang menurut aturan salah,a�? imbuhnya.

Politisi Hanura ini menambahkan sesungguhnya Lobar lupa dengan surat penyerahterimaan aset yang sudah ditandangi bersama. Dalam klausul surat penyerahan aset tahap I disepakati bersama setelah aset tahap I diserahkan secara keseluruhan selanjutnya akan diserahkan aset tahap II. Dimana isi dalam surat jelas mengatakan selanjutnya aset yang di Gili Trawangan seluas 24 are lebih dan aset seluas 60 hektare di wilayah Amor-amor, Kayangan akan diserahkan pada penyerahan aset tahap II.

a�?Dugaan kami Lobar mendapat WTP itu karena kedua aset itu dalam perjanjian penyerahan asset sudah tidak ada persoalan lagi,a�? tegasnya.

Ardiyanto menjelaskan, sebelum mencabut, Komisi I DPRD Lombok Utara akan turun dahulu melihat lokasi plang yang dipasang di lahan yang diklaim Lobar masih menjadi miliknya itu. Karena, jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2008 tentang Pemekaran, Lobar tidak akan se-ngotot sekarang ini.

Apalagi mengancam akan melaporkan ke polisi terkait pencabutan plang itu. a�?Siapa takut, malah kalau ngotot juga kita siapkan langkah hukum juga,a�?cetusnya

Pantauan Lombok Post, sedikitnya empat plang bertuliskan a�?Tanah ini milik Pemkab Lobara�? yang dipasang di pohon-pohon di lahan seluas 24 are di Gili Trawangan.

Sementara itu, Kades Gili Indah H Taufik menyatakan, tetap akan mencabut plang yang dipasang itu. Ia mengaku, warganya gerah dengan plang yang dipasang di pepohonan karena menurut aturan di Trawangan hal itu merusak pemandangan dan merusak lingkungan karena dipasang di pohon yang masih hidup.

Terlebih, kata Taufik, plang tersebut dipasang diam-diam tanpa ada koordinasi dengan pihak desa. Masyarakat juga keberatan karena Pemkab Lobar masih saja mengklaim aset yang sudah menjadi milik Lombok Utara.

a�?Kami bersama warga trawangan siap pasang badan untuk mencabut plang itu,a�?tandasnya (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *