Ketik disini

Metropolis

Penataan Transportasi Dikritik

Bagikan

MATARAM – Penataan transportasi di Kota Mataram belum optimal. Terbukti, banyak masukan yang disampaikan tim penilai dari Kementerian Perhubungan saat mempresentasikan hasil penilaian mereka terhadap sistem transportasi, Senin (1/6).

Penilaian ini terkait dengan penganugerahan penghargaan Wahana Tata Tugraha (WTN) Kota. Penghargaan ini diberikan pemerintah kepada kota dan kabupaten yang mampu menata transportasi publik dengan baik.

Dalam presentasi tim penilai tersebut, ada beberapa catatan penting yang disampaikan. Misalnya, beberapa jalan belum memiliki marka, banyaknya lubang kecil di jalan, rambu-rambu lalu lintas kurang jelas serta penataan trotoar yang masih belum rapi. Selain itu, minimnya halte pemberhentian angkutan umum serta ada beberapa counting down pada lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.

“Marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas serta yang lainnya harus mendapat perhatian,” saran ketua tim penilai Sulistyo Sutanto.

Ia mengilustrasikan, sarana transportasi dianggap sangat baik apabila orang tidak perlu bertanya jika ingin mencari lokasi suatu tempat. Cukup melihat marka jalan serta plang nama jalan atau yang lainnya, orang tersebut akan langsung dapat mengakses tujuannya.

a�?Karena itu, saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Mataram yang telah membuat plang nama jalan hampir di semua titik,a�? tandasnya.

Selain menyorot persoalan teknis dan operasional, tim penilai juga menyoroti sarana angkutan umum, arus lalu lintas di masyarakat, hingga pelayanan petugas terminal pada masyarakat. Tim dari menemukan beberapa persoalan serius yang dihadapi Kota Mataram. Misalnya saja, kurangnya kesadaran para pengendara akan pentingnya keselamatan berkendara. Pasalnya, banyak pengendara motor yang tidak menggunakan helm bahkan melawan jalur arus lalu lintas. Sementara pengendara mobil sebagian besar tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.

Selain itu, banyak warga yang parkir sembarangan di jalan raya meski sudah terpasang aturan dilarang parkir. Ada juga warga yang memanfaatkan jalan untuk menaruh bahan bangunan seperti pasir yang sangat berbahaya bagi keselamatan para pengguna jalan. a�?Kami berharap Dishubkominfo bekerjasama dengan polisi lalu lintas dan pihak lainnya, untuk mengatasi hal ini,a�? sarannya.

Tim penilai mempresentasikan hasil penilaian ini di Aula Kenari Kantor Wali Kota Mataram.

Presentasi dihadiri Wakil Wali Kota H Mohan Roliskana, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Mataram H Khalid, Kapolres Mataram dan beberapa tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, Minggu (31/5), tim telah menyisir sejumlah lokasi untuk memantau sarana dan prasarana transportasi di Kota Mataram.

Iman Sukandar, salah seorang tim penilai mengaku mengapresiasi Pemerintah Kota Mataram yang terus membenahi sistem transportasi. Sehingga ketimbang sebelumnya, penataan transportasi yang ada saat ini sudah lebih baik.

a�?Kami harap saran yang kami berikan ini dapat dijadikan masukan,a�? ujarnya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyambut positif masukan yang disampaikan tim penilai. Ia merasa saat ini Kota Mataram memang harus banyak berbenah.

“Ini tentunya menjadi PR bagi kami untuk berbenah dan memperbaiki transportasi Kota Mataram ke depannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Mohan menerangkan pihaknya mendukung upaya Dishubkominfo meraih penghargaan WTN. Karena dengan keikutsertaan Kota Mataram di ajang ini, pemerintah bisa mengevaluasi diri untuk terus berbenah di bidang transportasi. (ton/cr-fer/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *