Ketik disini

Giri Menang Headline

Polisi Bongkar Prostitusi Berkedok SPA

Bagikan

*Hasil Operasi Pekat 2015

GIRI MENANG – Bisnis birahi di kawasan wisata Senggigi dikemas beragam bentuk. Kali ini, Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil membongkar praktik protitusi berkedok layanan terapi kecantikan dan perawatan tubuh atau SPA (Solus per Aqua).

Satu orang penyedia jasa seks dan mucikari diringkus. Dua perempuan yang dirahasiakan identitasnya itu kedapatan saat melakukan transaksi di sebuah SPA di Senggigi.

a�?Satu orang penyedia jasa dan satu lagi mami,a�? kata Kasatreskrim Polres Lobar AKP Sidik Priamursita dalam keterangan pers, Senin (1/6).

Penyedia jasa seks itu menjalankan modusnya sebagai karyawan SPA. Ketika ada pelanggan, dia menawarkan pula kemolekan tubuhnya. Sementara, maminya ini berperan mencari pelanggan.

a�?Dua pelaku prostitusi itu menjalankan aksi dengan modus pelayanan SPA,a�? jelasnya.

Kedua pelaku ini telah diamankan di Polres Lobar. Mereka tengah diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dua pelaku tersebut dijerat dengan pasal 156 KUHP. Selain itu, mereka terancam hukuman kurungan penjara paling lama lima tahun. a�?Mereka sudah kami amankan,a�? akunya.

Lebih lanjut, Sidik menjelaskan, dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) ini, pihaknya menyisir sejumlah tempat yang meresahkan warga. Tidak hanya praktik prostitusi, namun peredaran miras dan perjudian juga masuk dalam agenda operasi.

a�?Kami juga amankan lima orang pelaku perjudian,a�? ungkapnya.

Untuk kasus perjudian ini, sambung Sidik, pihaknya menangkap di wilayah hukum Kabupaten Lombok Utara (KLU). Mereka adalah NS, HR, MS, KY, dan AS. Lima orang itu ditetapkan sebagai tersangka judi bola adil dan sabung ayam.

a�?Lima tersangka kami jerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,a�? sebut Sidik.

Khusus miras, lanjut dia, pihaknya menyita ratusan liter. Minuman beralkohol itu hasil operasi di Lobar dan KLU. Wilayah terbanyak yang ditemukan miras berada di kawasan wisata Senggigi. a�?Miras yang banyak kami amankan berada di Senggigi,a�? ungkapnya.

Sementara, Kapolres Lobar AKBP Yulianus Yulianto mengatakan, operasi pekat ini digelar 7 Mei hingga 27 Mei lalu. Operasi dilakukan secara tertutup untuk mencegah kebocoran informasi. a�?Operasi pekat ini rutinitas memasuki bulan suci Ramadan,a�? katanya.

Mantan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB ini mengaku, untuk penertiban miras masih terkendala aturan. Tidak hanya di Lobar, tapi KLU juga belum memiliki peraturan daerah (perda) yang mengatur peredaran miras. a�?Jika tidak memiliki dasar aturan yang jelas, kita kesulitan menerapkan sanksi terhadap pengedar miras ini,a�? keluhnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *