Ketik disini

Tanjung

Duh…Silpa Capai Rp 69, 391 Miliar

Bagikan

TANJUNG – Kinerja keuangan Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2014 yang mencapai Rp 69,391 miliar lebih.

Jumlah Silpa tahun 2014 ini lebih besar dari pengelolaan APBD 2013 lalu. Silpa 2010 mencapai Rp 51,513 miliar lebih. Untuk 2011 sebesar Rp 77,524 miliar lebih, 2012 sebesar RpA� 62,355 miliar lebih, dan di 2013 sebesar Rp 37,631 miliar lebih.

Dalam LKPJ Akhir Masa Jabatan Bupati Lombok Utara, Bupati Djohan Sjamsu mengakui besarnya nominal Silpa pada anggaran 2014 itu merupakan ketetapan dalam angka final Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB.

Angka ini, kata dia, sama persis dengan prediksi dan estimasi yang terukur, maupun telah dihitung berdasakan analisis kajian kuantitatif jelang penutupan anggaran tahun buku 2014.

Djohan menyebut, jumlah realisasi pendapatan 2014 sebesar Rp 587 miliar lebih. Sedangkan belanjanya Rp 549 miliar lebih. Pada angka itu, tercatat selisih surplus anggaran sebesar Rp 37 miliar.

a�?Adapun jumlah penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp 37,741 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 6 miliar. Sehingga jumlah pembiayaan netto sebesar Rp 31,741 miliar. Dengan demikian, dari rincian itu diperoleh Silpa sebesar Rp 69,391 miliar lebih,a�? ungkapnya.

Dalam LKPJ, Djohan mengungkap besarnya PAD 2014 tercatat Rp 81,090 miliar dari target yang dibebankan Rp 55,948 miliar. Angka ini, melampaui persentase capaian sebesar 145 persen.

Pada PAD itu, sumbangan terbesar diperoleh dari pajak daerah sebesar Rp 48,825 miliar dari target Rp 34,339 miliar. Retribusi daerah Rp 13,641 miliar dari target Rp 11,929 miliar, dan pengelolaan hasil kekayaan daerah Rp 1,807 miliar.

Sedangkan pendapatan dari bunga menyumbang Rp 16,816 miliar lebih dari target Rp 8,272 miliar lebih. a�? Pendapatan transfer anggaran terealisasi sebesar Rp 490,844 miliar yang diperoleh dari transfer dana perimbangan. Transfer pusat lainnya dan transfer pemerintah provinsi,a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, Djohan menyebutkan pada komponen belanja daerah terealisasi sebesar Rp 549,858 miliar lebih dari agregat belanja Rp 606,018 miliar. Pada komponen belanja ini mencakup realisasi belanja operasi Rp 403,418 miliar lebih.

Terdiri atas belanja pegawai terealisasi Rp 240,010 miliar, belanja barang dan jasa terealisasi Rp 95,386 miliar, belanja hibah dan bansos masing-masing terealisasi Rp 36,857 miliar lebih dan Rp 14,058 miliar, serta belanja bantuan keuangan terealisasi Rp 17,105 miliar.

Komponen lain belanja daerah yakni belanja modal terealisasi Rp 146,439 miliar dari anggaran yang disiapkan Rp 163,588 miliar. Belanja modal tersebut mencakup, tanah dan bangunan, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan irigasi dan jaringan serta belanja aset. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *