Ketik disini

Giri Menang

Hajar Karyawan Bungalow, Bule Inggris Dibui

Bagikan

GIRI MENANG – Bule asal Inggris Grzegorl Jurga harus berurusan dengan polisi. Ia diduga telah menganiaya Samsul, seorang karyawan bungalow.

Perbuatannya membuat membuat bule kelahiran Polandia ini tidur di balik jeruji besi. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polres Lobar.

Kasus ini bermula dari kecurigaan Grzegorl, bahwa Samsul mengambil uang di tempat kerjanya. Sebab, belakangan ini uang hasil pendapatan penginapannya kerap hilang.

Tak pikir panjang, pelaku langsung mendatangi korban. Saat itu korban sedang berada di belakang Bungalow Kasiano, tepatnya di sebelah barat lapangan Dusun Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Tersangka menghajar korban hingga babak belur dan mengalami luka robek di bagian bibir. Selain itu, korban juga mengalami luka lebam pada bagian bibir sebelah kanan.

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Sidik Priamursita membenarkan kasus penganiayaan itu. Ia menjelaskan, kasus pemukulan awalnya diketahui rekan korban. Kala itu, saksi bernama Sahabudin melihat langsung insiden penganiayaan yang dilakukan tersangka. a�?Saksi lalu melapor lagi kepada keluarga korban,a�? katanya.

Pemukulan ini, kata dia, berlangsung Minggu (31/5) lalu sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban sedang duduk bersama rekannya. Tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan melayangkan pukulan.

a�?Pemukulan ini diduga bermula dari kecurigaan. Pelaku menuduh korban yang mengambil uang di lokasi tempat kerjanya,a�? jelasnya.

Usai menganiaya korban, pelaku tidak beranjak dari lokasi. Ia tetap berdiri sambil menyaksikan korban yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri. a�?Korban dilarikan ke klinik. Karena kondisinya parah,a�? ujarnya.

Setelah kejadian, rekan korban melaporkan kejadian kepada Polres Lobar. Kemudian, polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku di lokasi kerjanya. a�?Tersangka kami tangkap di bungalownya. Saat ini sudah kami tahan,a�? terang Sidik.

Selama proses penyidikan, tambah Sidik, tersangka tidak kooperatif. Berita Acara Pemeriksaan (BAP) enggan ditandatangani. Alasannya, tersangka menunggu penasihat hukumnya. a�?Banyak surat yang belum ditandatanganinya. Dia tidak kooperatif,a�? pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dia terancam hukuman penjara selama empat tahun. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *