Ketik disini

Headline Praya

Akhirnya, Gaji dan Kontrak Direvisi

Bagikan

* Hasil Mediasi Karyawan APS

PRAYA – Karyawan Angkasa Pura Supports (APS) Bandara Internasional Lombok (BIL) bisa tersenyum. Pertemuan dengan pimpinan yang dimediasi DPRD Lombok Tengah, Kamis (4/6)A�membuahkan hasil. Pimpinan APS akan merevisi gaji karyawan, termasuk perpanjangan kontrak.

“Kami anggap ini hanya miskomunikasi saja. Jadi, kalaupun ada yang kurang, maka kita tambah,” kata Branch Manager APS Rudy Sariawan di ruang Banmus DPRD Loteng.

Rudy mengatakan, dalam waktu dekat, seluruh karyawan APS akan dipertemukan dengan pimpinan PT Angkasa Pura I (AP). Harapannya, perubahan pendapatan dan kontrak kerja diketahui dan disetujui pejabat setempat.

APS merupakan anak perusahaan AP. Sehingga, keputusan tertinggi ada di tangan AP. Pihaknya hanya mengusulkan saja. Selanjutnya, menjadi bahan pertimbangan dan keputusan AP. Kendati demikian, pihaknya akan memperjuangkan.

“Insya Allah nantinya akan ada tawar menawar, berapa yang sepantasnya gaji karyawan kita ini dan bagaimana susunan pasal-pasal dalam kontrak kerja. Sehingga, tidak ada yang dirugikan. Biar sama-sama enak,” ujarnya.

“Mari kita bekerja seperti biasanya. Semoga, ada hikmah dibalik permasalahan ini. Yang jelas, bandara ini merupakan milik kita bersama. Mari kita menjaganya,” tambah Rudy.

Sementara itu, Ketua SPN Loteng Hamzan Halilintar yang mendampingi karyawan APS mengaku berterima kasih atas keterbukaan pimpinan APS. Dia pun meminta agar keputusan itu disahkan. Sehingga, tidak sebatas teori saja.

Bila perlu, lanjut dia, SPN akan mengundang secara resmi General Manager (GM) AP BIL Pujiono agar langsung memberikan keputusan menyangkut berbagai perubahan kebijakan yang ada. “Permasalahan ini tetap kami kawal. Karena, kami ragu APS bisa bergerak sendiri,” sindirnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Desa (Kades) Ketare Lalu Buntaran. Dia meminta agar AP maupun APS tidak mempermainkan karyawannya. Karena sebagian besar karyawan itu merupakan masyarakat Desa Ketare, Tanak Awu, dan Penujak.

“Kami beruntung dengan adanya BIL ini. Kami bisa hidup layak bersama keluarga. Tapi, tolong jangan mempermainkan masyarakat kami,” tandasnya. (dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *