Ketik disini

Headline Metropolis

Dana Seabrek, Hasil Seiprit

Bagikan

* Anggaran Rp 30 M, Rakyat Miskin Hanya Berkurang Satu Persen

MATARAM a�� Dana penanggulangan kemiskinan Kota Mataram cukup fantastis. Rp 30 miliar lebih setiap tahun dianggarkan melalui APBD Kota Mataram. Namun penurunan kemiskinan hanya 1 persen lebih per tahun.

Sumber Lombok Post menyebutkan, pengalokasian dana tersebut tidak sebanding dengan efektivitas penurunan angka kemiskinan. Apalagi, pendistribusian dana penanggulangan kemiskinan di beberapa dinas ganjil.

Seperti pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag). Dua dinas ini dianggap tidak berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Selain itu, dipertanyakan juga apakah dana itu betul untuk kemiskinan. Sebab tidak ada satupun SKPD tersebut yang menunjukkan melakukan penanggulangan kemiskinan.

Jumlah dana penanggulangan kemiskinan ini dibenarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Mataram Yance Hendradira. Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan komulatif yang dianggarkan di semua dinas terkait. a�?Semuanya dianggarkan untuk penanggulangan kemiskinan,a�? terangnya.

Dijelaskan, pola penganggaran dari bawah ke atas, atau usulan program dari masing-masing SKPD kemudian dianggarkan melalui APBD. a�?Itu merupakan satu kesatuan program dalam penanggulangan kemiskinan,a�? terangnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang menjelaskan, secara nasional ada namanya sistem nasional penanggulangan kemiskinan, dan di daerah pengentasan kemiskinan dikoordinir oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). a�?Tim ini mengkoordinasikan secara keseluruhan program-program penanggulangan kemiskinan,a�? terangnya.

Polanya tersebar di beberapa SKPD teknis yang memiliki program penanggulangan kemiskinan. Seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) membantu anak miskin yang tidak bisa sekolah. Pelayanan kesehatan gratis dianggarkan di Dinas Kesehatan, urusan pemberdayaan ekonominya dan kelembagaanya ditangani Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), dukungan modal usaha bagi masyarakat miskin ditangani Bagian Ekonomi.

Bagaimana pengemasan produk masyarakat yang baik seperti kegiatan pelatihan ditangani Diskoperindag, penanggulangan rumah tidak layak huni, perbaikan sanitasi dan jalan lingkungan ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram. a�?Semua program penanggulangan kemiskinan ini dikoordinasi TKPKD,a�? terangnya.

Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan setiap tahun mencapai Rp 30 miliar lebih. Hasilnya, penurunan kemiskinan setiap tahun mencapai satu persen. Angka itu menurutnya cukup baik. Sehingga jika ditotal penurunan kemiskinan dalam lima tahun terakhir mencapai lima persen. Terhitung dari tahun 2010, angka kemiskianan di Kota Mataram mencapai 15 persen dan saat ini masih 10,06 persen. a�?Hasil ini cukup bagus,a�? ujarnya. (ili)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *