Ketik disini

Tanjung

Mau Cetak Wirausaha Baru

Bagikan

* Guna Entaskan Kemiskinan

TANJUNG – Guna mengurangi angka kemiskinan, Pemkab Lombok Utara telah mewacanakan beberapa program di 2016 nanti. Salah satunya mencanangkan 10 ribu wirausahawan baru di Gumi Tioq Tata Tunaq. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar yang sekaligus ketua pengentasan kemiskinan.

a�?Saya optimistis angka kemiskinan bisa berkurang. Target kita 4 persen dan ini tertinggi di NTB,a�? ujarnya kepada wartawan, Kamis (4/6).

Dijelaskanya, dirinya optimistis target ini bisa terwujud. Pasalnya, Lombok Utara memiliki derajat otonomi fiskal (DOF) dimana kemampuan suatu daerah membiayai pelaksanaan pemerintah dan pembangunan berdasarkan pendapatan asli daerah (PAD).

Jika angka DOF tinggi, akan semakin besar ruang fiskal daerah untuk berkreasi sehingga pemkab bisa mengurangi angka kemiskinan. a�?Tentunya dengan terobosan termasuk mencetak 10 ribu wirausahawan muda baru,a�? jelasnya.

Untuk itu, pemkab telah banyak melakukan sinkronisasi dengan program antar SKPD lantaran menanggulangi kemiskinan tidak bisa dilakukan secara sektoral. Upaya kedua lanjutnya, menilik dari formulasi APBD yang dirasa tinggi harus diarahkan tepat kepada sektor program yang bisa menggangkat ekonomi masyarakat.

a�?Saya lihat dengan APBD saat ini bukan tidak mungkin program itu bisa terealisasi,a�? lanjutnya.

Sejauh ini, untuk menanggulangi angka kemiskinan pemkab telah berupaya melalui program pemberdayaan keluarga atau melalui posdaya. Program ini merupakan gerakan pemberdayaan keluarga (rumah tangga) yang berorientasi terhadap pengembangan ekonomi, kesehatan dan pendidikan keluarga guna mewujudkan keluarga sejahtera dan program tersebut dirasa cukup ampuh.

Diketahui, angka kemiskinan di Lombok Utara 4 tahun lalu mencapai 43,14 persen. Kini jumlah itu mampu ditekan 2 persen bahkan lebih. Namun demikian hal itu tidak terlepas dari peran serta dan kerja semua pihak.

a�?Nantinya jika kita anggarkan bagi wirausahawan Rp 3 juta per orang. Artinya kita hanya butuh Rp 30 miliar dalam kurun lima tahun. Dan hal itu sangat mungkin jika mengingat APBD kita,a�? pungkasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *