Ketik disini

Kriminal

Sutan Bhatoegana Seret Nama Ibas

Bagikan

JAKARTA – Nama Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas kembali muncul dalam sidang kasus migas. Kali ini putra bungsu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu disebut oleh Sutan Bhatoegana terlibat dalam pemenangan proyek di SKK Migas.

Nyanyian Sutan itu disampaikan saat dia menanggapi keterangan saksi Herman Afifi, direktur PT Timas Suplindo. Menurut Sutan, PT Timas seharusnya memenangkan proyek pembangunan anjungan lepas pantai (offshore) di SKK Migas. Namun Rudi Rubiandini selaku Kepala SKK Migas ketika itu tak kunjung menandatangani surat proyek.

“Saya tanya ke dia (Rudi) kenapa tak kunjung ditandatangani, kan sudah lewat dari 20 hari. Ternyata Pak Rudi mengaku ada yang menekannya, tapi tak mau menyebutkan namanya,” jelasnya. Nah, Sutan menyebut pihak yang menekan itu Ibas dan kawan-kawannya.

Usai sidang, Sutan kembali menegaskan pertanyaannya itu. Yang menekan Rudi itu tak lain teman-teman Ibas. Dia meminta agar PT Timas tak ditunjuk mengerjakan proyek.

“Saya dihubungi Eka Putra. Dia mengaku diminta Ibas agar saya menemui Deni Kaimana,” jelasnya. Ternyata Deni Kaimana ini sedang mengawal PT Saipem Indonesia untuk mendapatkan proyek di SKK Migas.

Sutan pun akhirnya menemui Denny. Dia mengaku berusaha disogok agar tak ngotot mempertahankan kemenangan PT Timas. “Ibas memang tidak mengontak saya langsung. Tapi yang kontak saya Eka, dia mengatasnamakan Ibas,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Sutan merasa sebal dengan ulah kawan-kawan Ibas. Sebab sebenarnya dia tengah berupaya menyelamatkan uang negara Rp 4 triliun dari proyek offshore.

“Tapi yang dijerat korupsi malah saya. Coba bayangkan, nilai Rp 4 triliun itu dengan uang THR yang dituduhkan pada saya. Besar mana ,” ujarnya. Dia mempertanyakan mengapa Ibas dan kawan-kawannya tak diusut. Apalagi, Denny dan Eka sudah sempat dicekal KPK.

Terkait keterangan Sutan tersebut, Pimpinan KPK Johan Budi menyebut semua kesaksian di persidangan akan menjadi bahan pengembangan perkara. Namun semuanya masih tergantung pada putusan hakim Tipikor yang menyidangkan perkara Sutan.

“Pengakuan itu perlu dibuktikan, didukung bukti atau tidak,” papar Johan.

Meski nama Ibas beberapa kali muncul dalam kasus migas, namun KPK juga belum berencana meminta keterangan Ketua Fraksi Partai Demokrat itu. Johan mengaku masih perlu mendalami keterangan Sutan. Sebelumnya nama Ibas juga sempat disebut dalam sidang Rudi Rubiandini.

Dalam perkara ini, Sutan dijerat korupsi karena menerima sejumlah pemberian uang, rumah hingga mobil. Pemberian itu berasal dari Kementerian ESDM, SKK Migas hingga beberapa pihak swasta yang bergerak di bidang migas. KPK menduga pemberian itu terkait posisi Sutan saat itu sebagai Ketua Komisi VII DPR.(gun/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *