Ketik disini

Metropolis

Wisata Syariah Disambut Antusias

Bagikan

*Pelaku Wisata Berbenah

MATARAM a�� Langkah NTB yang menapak pada wisata syariah dengan mendorong label halal massif diapresiasi. Langkah ini dianggap strategis untuk menyasar wisatawan dari Timur Tengah. a�?Dari segi bisnis, konsep wisata syariah yang akan ditawarkan nanti bisa memberi kemajuan signifikan,a�? kata anggota Komisi II DPRD NTB TGH Khudori Ibrahim.

Dikatakan, wisatawan Timur Tengah merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Mereka juga memiliki kebiasaan berlibur bersama rombongan keluarga. Jangka waktu liburannya pun tidak singkat.

a�?Pasar Timur Tengah masih besar. Apalagi, pengeluaran mereka di atas rata-rata, yakni hampir USD 1.400 per kunjungan,a�? lanjutnya.

Sayangnya, pemerintah maupun pelaku pariwisata selama ini belum serius menggarap pasar Timur Tengah tersebut. Sehingga, kunjungan wisatawan dari Timur Tengah ke NTB relatif kalah dengan daerah lainnya. a�?Orang-orang Arab itu sekarang lebih berminat wisata ke Bogor. Di sini kan masih jarang,a�? kata Khudori.

Ia mencontohkan, tingkat kunjungan wisatawan Timur Tengah ke sejumlah negara lainnya. Sebut saja Malaysia yang bisa mendatangkan 300.000 wisatawan Timur Tengah. Begitu juga dengan Thailand yang rutin mendatangkan 800.000 wisatawan Timur Tengah.

Hal yang sama disampaikan Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB Dewantoro Umbu Djoka. Ia percaya konsep wisata syariah akan mampu membuka pasar baru bagi kemajuan sektor wisata di NTB.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, pelaku wisata yang tergabung dalam ASITA punmenyatakan kesiapan berbenah. ASITA hendak mengedepankan pelayanan wisata yang ramah keluarga, meliputi ramah makanan, fasilitas hingga tempat ibadah.

Dewantoro juga berharap pemerintah serius mengembangkan objek-objek wisata religi yang menjadi jualan utama konsep syariah. a�?Objek wisatanya juga harus disiapkan dengan maksimal. Misalnya, nanti kita bisa mengajak tamu kunjungan ke tempat beribadah atau pesantren untuk melihat-melihat suasana di sana. Jadi, ini sangat kental dengan nilai-nilai edukasi,a�? tambah Dewantoro.

Sementara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patramenegaskan, wisata syariah itu peluang manis bagi pelaku pariwisata di NTB. Menurutnya, wisata syariah ini akan menepis keraguan wisatawan yang berasal dari Timur Tengah. Ketika mereka datang ke NTB, nantinya akan banyak tersedia hotel dengan konsep syariah dan restoran yang telah tersertifikasi halal.

PHRI NTB akan mensosialisakan peluang menjadi destinasi halal bagi hotel dan restoran di NTB. Dalam sosialisasi itu, dibebaskan kepada hotel dan restoran di NTB apakah ingin mengkhususkan diri untuk menjadi hotel syariah ataupun tetap menjadi hotel konvensional. a�?Nanti kan ada pilihan dari pemerintah, apakah murni menerapkan syariah atau tetap konvensional,a�? ujar Lanang.

Ditambahkan Lanang, hotel dan restoran yang menjadi anggota PHRI NTB telah siap untuk wisata syariah ini. Para pelaku pariwisata pada prinsipnya mengerti dan paham dengan konsep wisata syariah. Ini terbukti dengan telah tersedianya musala yang layak, arah kiblat dan alquran di dalam kamar, serta seritifikasi halal untuk makanan. Hal itu juga kata Lanang, merupakan beberapa kriteria halal dalam sertifikasi hotel syariah. a�?Sudah siap. Ada lebih dari 800 anggota PHRI,a�? katanya. (uki/cr-dit/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *