Ketik disini

Metropolis

Aduh, Harga Sembako Mulai Naik

Bagikan

MATARAM – Seperti tahun-tahun sebelumnya, harga sembako mulai merangkak naik jelang ramadan. “Beras naik Rp 500 sampai Rp 1000. Dari semula harga Rp 8.500 menjadi Rp. 9.000 sampai Rp 9.500. Sedangkan gula sekarang Rp 12.500 dari yang semula Rp 10.000 perkilo,” terang Mulinah, salah seorang pedagang sembako di pasar Dasan Agung.

Menurutnya, bukan hanya harga bahan pokok saja yang naik. Barang kebutuhan dapur lainnya seperti bawang, bawang putih, kacang-kacangan hingga kerupuk juga ikut naik. Kenaikan harga sudah biasa jelang puasa.

“Setiap deket puasa ya memang selalu ada kenaikan harga. Kami ngambil barang dari pemasoknya juga ikut naik. Tapi, Alhamdulillah, masyarakat memahami kenaikan harga ini,” jelas perempuan tersebut.

Senada dengan Mulinah, Faridah, penjual telur di pasar Dasan Agung juga mengungkapkan hal yang sama. Harga telur kini diakuinya telah naik sejak empat hari lalu. Harga telur yang semula Rp. 12.000 per sepuluh butir kini sudah melonjak menjadi Rp 14.000.

“Memang biasa mas, kalau jelang puasa telur selalu naik,” jelas Faridah.

Namun, untuk kebutuhan lainnya seperti beras dan gula ia mengaku tidak menjual kebutuhan barang tersebut. Salah seorang warga yang sedang membeli barang juga mengamini apa yang dikatakan Farida.

“Kami sudah paham dengan kenaikan seperti ini mas. Bukan hanya telur saja, daging serta yang lainnya juga pasti naik kalau mau deket puasa,” ujar pembeli tersebut.

Meski beberapa pedagang mengakui semua bahan pokok seperti beras, gula maupun minyak sudah naik, namun ada juga beberapa pedagang yang mengaku harga masih normal. Husniati misalnya, pedagang ini menjelaskan, untuk harga beras, masih belum ada kenaikan. “Kalau saya sih jualnya masih Rp. 8.500. Meski jelang puasa belum ada kenaikan. Yang buat harga naik itu keadaan barang, apakah stoknya ada atau tidak,” jelasnya.

Namun, meski mengaku harga beras masih normal, ia mengutarakan kalau harga minyak goreng sudah naik. “Kalau minyak goreng ya mas memang sudah naik menjadi Rp 12.500 dari harga semula Rp.10.000 hingga Rp. 11.000,” imbuhnya.

Kenaikan harga sembako ini masih dianggap para pedagang maupun pembeli stabil. Harga masih memiliki kemungkinan untuk bisa naik lagi ketika memasuki bulan Puasa atau menjelang lebaran nanti.

Sementara di pasar Cakranegara, kenaikan harga sembako juga terjadi meski tidak terlalu signifikan. a�?Kalau ditanya naik, oh itu pasti naik, mbak,a�? ujar Asti, salah satu pedagang sembako di Pasar Cakranegara.

Sembako yang mengalami kenaikan di antaranya beras, gula dan minyak goreng. Kenaikannya mencapai 10 sampai 15 persen. Meski tidak signifikan namun kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Tahun lalu, kenaikan hanya berkisar lima sampai 10 persen di tiap komoditas.

a�?Tahun lalu kenaikan harga minyak goreng hanya Rp 250 per kilo, sekarang jadi Rp 750 per kilonyaa�? tuturnya.

Untuk daging, hingga saat ini belum ada perubahan harga. Harga masih dikisaran 100 ribu per kilo. Sementara daging khas seharga Rp 110 ribu per kilo. a�?Saat ini harga daging masih sama,a�? ujar Sahibah, salah seorang penjual daging sapi.

Sementara kenaikan harga ikan tidak ditentukan datangnya Bulan Ramadan. Salah seorang pedagang ikan, Hadia Rukmana mengatakan, harga ikan ditentukan pasang surutnya air laut dan sinar bulan.

Harga akan naik jika terjadi bulan purnama. Hal ini dikarenakan hasil tangkapan ikan saat itu sedikit. Meski begitu, ia hanya menaikkan harga sekitar lima persen saja. Ini dilakukan agar para pembeli tidak merasa terbebani saat belanja.

a�?Naik sedikit biar yang belanja senang. Paling dua sampai lima ribu lah. Ntar kalo mahal tidak ada yang mau beli,a�? ujar pedagang asal Tempit Bajur ini. (ton/cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *