Ketik disini

Giri Menang

Giliran Kadishubkominfo Lobar Dipanggil

Bagikan

GIRI MENANG – Setelah memeriksa Kepala Bappeda dan mantan Asisten II, giliran Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Lobar H Akhmad Saikhu yang akan dipanggil Kejaksaan Negeri Mataram. Dia dimintai keterangan sebagai saksi.

Namun, Kejari belum mau membeberkan kapan pemanggilan itu dilakukan. Yang jelas, Saikhu dianggap mengetahui pembangunan dermaga Apung Gili Gede. a�?Pak Kadis kami panggil. Kami periksa sebagai saksi,a�? kata Kajari Mataram Rodiansyah kepada wartawan, kemarin.

Dia pastikan, jadwal pemanggilan disiapkan pihaknya, dan disusul surat panggilan. Rodiansyah menegaskan, keterangan Saikhu sangat dibutuhkan untuk memperkuat keterangan saksi-saksi lainnya.

a�?Pak Kadis ini banyak tahu tentang pembangunan dermaga apung tersebut, makanya kami periksa,a�? tegasnya.

Ia mengaku, ketika kasus masih dalam penyelidikan, Saikhu telah dimintai keterangan. Untuk tingkat penyidikan ini, Saikhu kembali diperiksa. Penyidik kejaksaan ingin menggali lebih dalam lagi keterangannya. a�?Kami mempertajam lagi hasil penyidikan,a�? ungkap Rodiansyah.

Keterangan Saikhu ini, lanjut dia, nantinya akan dipadukan keterangan saksi lainnya. Lalu, dikerucutkan lagi dengan data-data yang telah dikantongi penyidik. a�?Kalau sudah ada titik terang dan bukti kuat, kami akan tetapkan tersangka. Untuk saat ini, kami tidak ingin terburu-buru,a�? bebernya.

Mengenai pembangunan dermaga ini, Saikhu sempat memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan, seluruh proses pembangunan ditangani KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal). Mulai dari tender, PPK hingga KPA.

a�?Kami hanya ajukan proposal. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan diserahkan kepada pemerintah daerah berupa pemeliharaan,a�? akunya.

Mengenai proses penyelidikan oleh Kejari, Saikhu menegaskan akan bersikap kooperatif terhadap langkah Kejari. Menurutnya, penegakan hukum merupakan kewajiban mereka, termasuk menyelidiki pembangunan Dermaga Apung di Gili Gede.

Mengenai kejanggalan dalam konstruksi bangunan, Saikhu menjelaskan, memang ada jari-jari pada dermaga yang lepas. Kemungkinan, kerusakan itu dipengaruhi bangunan berada dilaut. a�?Kan beda barang di laut dengan di darat. Itu memang ada satu jari-jari yang lepas. Mungkin juga itu pengaruh dari faktor alamnya,a�? tandasnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *