Ketik disini

Metropolis

Lelah Shopping, Istirahat Sambil Ngopi Dulu

Bagikan

* Semarak Bazar Jelang Ramadan (3-Habis)

Bicara soal kopi, tidak ada habisnya. Komoditas yang satu ini selalu menarik jadi perbincangan. Para pelaku usaha kecil menengah di Mataram berlomba-lomba membuat produk kopi.

***

SALAH satu stand bazar malam itu cukup mencolok, para pengunjung yang sudah berkeliling membeli baju, singgah di sini. Semakin malam semakin ramai. Layout dan dekorasi stand gemerlap, aroma kopi khas tercium saat mendekatinya. Stand itu diberi nama Sultan Coffee.

Kopi ini menjadi salah satu menu yang bisa dinikmati di Bazar fashion dan gelar produk UMKM, di Selaparang Square, Cakranegara. Beberapa produk kopi dapat dijumpai. Mulai dari kopi lombok robusta, tambora robusta sampai dengan jenis kopi kreasi. Ada yang dikemas dalam ukuran 100 gram, kemasan sachet maupun kemasan box besar serta paper cup yang siap seduh.

Koordinator pemasaran Sultan Coffee Junaidin pada Lombok Post menjelaskan, Sultan Coffee ingin mengakat brand kopi NTB. Tidak saja karena NTB memiliki sejarah panjang tentang kopi, tetapi juga cita rasa kopi NTB tidak kalah dengan daerah-daerah lain.

a�?Kita punya kopi tambora dari Dompu. Kita juga punya kopi lombok yang tersebar di sekitar Gunung Rinjani, Lombok Bagian Utara dan Sesaot,a�? terangnya.

Tempat-tempat tersebut sejak dulu dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas. Kejayaan kopi NTB pada masa lalu harus diangkat kembali.

Menurutnya, tradisi minum kopi di NTB telah ada sejak lama. Cara penyajiannya pun cukup sederhana, yaitu dengan memasukkan bubuk kopi plus gula, kemudian tuangkan air panas dan diaduk merata.

a�?Sangat sederhana, tapi itulah tradisi kita di NTB dan Indonesia pada umumnya. Sultan Coffee hadir untuk melanjutkan tradisi itu,a�? tambah Junaidin.

Sultan Coffee merupakan produk lokal yang tergolong baru. Menurut pemilik Sultan Coffee, Reni Nursafitri, produk perdana diluncurkan pada 30 September 2014 lalu. Misi utamanya, memperkenalkan dan mengembangkan komoditas kopi NTB. Termasuk meningkatkan konsumsi kopi NTB. Baik kopi dari Pulau Sumbawa maupun kopi Pulau Lombok.

Saat ini distribusi Sultan Coffee banyak tersebar di pusat oleh-oleh Mataram dan beberapa tempat wisata di NTB. Segmen pasar yang dibidik adalah para pelancong yang berlibur ke NTB. Sedang bagi masyarakat umum, produk Sultan Coffee bisa di dapatkan di supermarket yang ada di Kota Mataram.

Mulai dari Hypermart, Hero Departemen Store, Niaga, Ruby Supermarket maupun MGM Plaza. a�?Kami pun menyuplai untuk kafe-kafe dan hotel. Bahkan produk kami secara rutin mengisi beberapa kafe di Jawa Tengah dan Jogjakarta,a�? kata Reni.

Baginya, event bazar ataupun pameran seperti ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempromosikan dan mengkampanyekan minum kopi NTB. Bagi dirinya, kopi sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan, namun harus dikonsumsi sesuai takaran dan tidak berlebihan.

a�?Ya, jangan lebih dari empat cangkir sehari lah. Kopi pun tidak mengandung alkohol dan dijadikan obat dalam budaya pengobatan tradisional arab (qahwa), Cina, maupun India,a�? jelas Reni.

Wanita yang konsen mendalami hukum bisnis ini berharap, kopi dan produk lokal lainnya selalu mendapat perhatian dan dukungan. Tidak saja dari pemerintah, tapi juga dukungan dari seluruh masyarakat NTB. (Sirtupillaili/Mataram/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *