Ketik disini

Headline Metropolis

Tempat Hiburan Wajib Tutup!

Bagikan

* Pedagang Petasan Ditertibkan

MATARAM – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menegaskan, semua tempat hiburan di Mataram harus tutup selama Ramadan. Hal ini menjadi kebijakan untuk menjamin ketertiban selama puasa.

a�?Semua tempat hiburan harus tutup. Itu harus!a�? tegas Mohan, Jumat (5/6).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk menjaga kenyamanan umat Islam beribadah. Tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial akan diawasi ketat. Seperti tempat karaoke, rumah makan, penjual petasan dan miras. Termasuk lokasi yang kerap dijadikan tempat mesum, kos-kosan maupun hotel. Semuanya akan terus dipantau. Sehingga tidak ada yang bisa coba-coba nakal, terutama warung makan.

a�?Surat edaran nanti akan kami berikan, agar itu dipatuhi,a�? ujarnya.

Khusus untuk warung makan dan penjualan petasan, pihaknya bisa mengerahkan anggota Satpol PP Kota Mataram untuk melakukan penertiban.

Mengenai rencana dewan yang akan membuat regulasi khusus Bulan Ramadan, Mohan mengaku belum mempelajarinya. Namun yang jelas, upaya-upaya penertiban terus dilakukan.

Demikian juga terkait usulan agar pelaku usaha dikumpulkan, dirinya akan mencoba membangun pola komunikasi seperti itu. Apakah dengan memanggil dan mensosialisasikan kepada mereka semua. a�?Usulan tersebut bisa jadi masukan, mungkin bisa saja nanti kita coba,a�? jelasnya.

Meski demikian, menurutnya kebijakan Pemkot Mataram sudah lama diketahui para pelaku usaha dari surat edaran yang dikirimkan. Termasuk yang dimuat di media massa. Sehingga sudah cukup bagi pengusaha untuk memahaminya. a�?Selama ini sudah berjalan efektif,a�? tandasnya.

Di tempat terpisah, Asisten I Setda Mataram Lalu Indra Bangsawan mengaku sedang menyiapkan surat edaran. Surat edaran tersebut terkait masalah pengaturan jam buka rumah makan, tempat hiburan, pelarangan petasan, hingga penertiban minuman berakohol.

a�?Surat edaran tersebut masih dikaji secara teknis oleh bagian hukum,a�? ujar Indra, Jumat (5/6).

Permasalahan minuman berakohol masih menjadi perhatian utama pihak pemerintah kota. Terutama minuman keras tradisional. Menurutnya, miras ini sebenarnya digunakan untuk ritual adat dan kepentingan agama. Namun masih ditemukan penggunaannya di luar hal tersebut. Terkadang sampai berujung perkelahian.

Tingkat kadar alkohol yang dimiliki miras ini tidak stabil. Semakin lama disimpan maka tingkat alkohol semakin tinggi. Ini dikarenakan proses pembuatannya yang kurang bersih dan higienis. a�?Hari ini lima persen, besoknya naik jadi 10 persen,a�? lanjutnya.

Selain itu, penjualan miras tradisional dirasa sangat demonstratif. Banyak ditemukan pedagang menjajakannya ditepi jalan. Sejauh ini, tercatat delapan titik daerah miras dijajakan secara terbuka. Seperti di karang Medain, Pagutan, Cakra Utara, Cakra Timur, Cakra Selatan,A� Batu Dawe, dan Karang Ujung.

Pemerintah kota Mataram berencana akan menertibkan para pedagang dengan menggeser area dagang ke tempat yang lebih tertutup. a�?Kami tidak menyarankan atau melarang untuk dijual. Hanya saja jangan terlalu demonstrative,a�? harapnya.

Untuk tindakA� selanjutnya, pihak pemkot berencana membuat tim terpadu untuk mengawasi dan memantau kegiatan minuman berakohol. Nantinya, PemkotA� akan mempersiapkan surat edaran wali kota tentang penertiban miras. a�?Ini akan kita bicarakan dalam rapat khusus nanti,a�? ujarnya.

Pemkot Mataram berharap dengan adanya surat edaran wali, dapat menekan penjualan miras secara terbuka. Ditambah , beberapa hari lagi masyarakat Mataram akan memasuki Bulan Ramadan. a�?Kami ingin menciptakan suasana ramadan tahun ini lebih kondusif seperti tahun-tahun sebelumnya,a�? lanjutnya.(ili/cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *