Ketik disini

Giri Menang Headline

Aduh! Biaya Parkir di Senggigi Keterlaluan

Bagikan

*Karcis Cuma Rp 1.000, Tapi Minta Rp 5 Ribu

GIRI MENANG – Para pengendara motor mulai mengeluhkan biaya parkir di Senggigi Beach. Mereka menilai penarikan retribusinya oleh para petugas parkir di sana, sungguh mahal.

Tiap pengendara motor diharuskan membayar Rp 5 ribu. Penarikan biaya parkir itu tidak sesuai dengan karcis. Sesuai yang tercantum dalam karcis berwarna biru itu, pengendara hanya dibebankan membayar Rp 1.000.

Salah seorang pengendara motor, Herman mengeluhkan biaya parkir. Menurut dia, sebaiknya ada regulasi yang mengatur besaran biaya parkir. Jika memang pengendara ditarik Rp 5.000 ribu, harusnya angka itu tercantum pula dalam karcis .

”Kami dikasih karcis Rp 1.000, tapi jukirnya minta Rp 5 ribu,” keluhnya pada Lombok Post, kemarin.

Herman mengaku sempat meminta penjelasan pada jukir. Khususnya berkaitan dengan penarikan yang tidak sesuai dengan karcis. Tapi, dia malah mendapat jawaban jika sisanya itu digunakan untuk biaya pengamanan.

”Aneh saja. Kok bisa ditarik lebih besar dari ketentuan dalam karcis,” katanya heran.

Karcis itu dikeluarkan Kepala Desa Senggigi. Bagi pengendara diharuskan mendapatkan karcis tersebut. Pada karcis itu tertulis pula Biaya yang harus dikeluarkan pengendara. Besarannya hanya Rp 1.000.

Dalam karcis itu tidak ada penjelasan lain. Termasuk penggunaan sisa uang Rp 4 ribu yang dibayar pengendara.

Salah seorang jukir sempat ditanya koran ini mengaku, sebagian uang itu diserahkan kepada desa. Sementara, sisannya digunakan untuk membayar gaji tukang parkirnya. ”Kami sekalian tarik uang pengamannya,” akunya.

Kepala Dishubkominfo Lobar Akhmad Saikhu menegaskan, belum ada kenaikan retribusi parkir. Sesuai aturan pemda Lobar, pengendara motor tetap dibebankan membayar Rp 1.000. ”Belum ada kenaikan. Masih Rp 1000,” katanya.

Pengelolaan retribusi parkir sendiri, tambah dia, bukan lagi kewenangan dinas. Tapi, kewenangan itu diserahkan kepada desa. Nantinya, desa akan menyerahkan hasil retribusi sesuai dengan target. ”Sekarang yang kelola parkir desa,” kelitnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *