Ketik disini

Metropolis

Hadeh, Pemkot Ogah Urus Transportasi Publik

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram enggan mengurus transportasi publik. Pelayanan yang satu ini tidak dianggap penting. Tercermin dalam rencana program pembangunan, baik dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD murni maupun perubahan.

a�?Belum ada, kita tidak ada program untuk itu,a�? ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram HL Makmur Said pada Lombok Post, Senin (8/6).

Begitu juga pada tahun depan, kemungkinan sektor transportasi publik masih belum akan masuk dalam program pelayanan. Sebab sejauh ini, belum ada pembahasan terkait program itu.

Menurut Makmur, tidak dimasukkannya pengaturan transportasi masal dalam kebijakan pemkot, disebabkan gagarlnya percobaan sebelumnya. Ya, awal 2014 lalu, Pemkot Mataram sudah melakukan uji coba Bus Kota Mataram. Bus itu beroperasi di kawasan jalan lingkar.

Disubsidi, Rp 1 juta-Rp 2 juta untuk operasional, transportasi A�publik itu malah gagal. a�?Rupanya masyarakat kita tidak begitu senang denga bus besar, lebih senang pakai angkot dan ojek,a�? katanya.

Setelah dua tiga bulan, program itu dihentikan karena tidak ada peminatnya. Padahal tujuan awalnya, mengangkut warga yang beraktivitas di wilayah-wilayah pinggir. Sehingga disimpulkan, masyarakat tidak minat menggunakan bus besar.

Rencananya, pemerintah pusat akan memberikan beberapa unit bus kepada Pemkot Mataram. Namun belum ada rencana, penggunaan bus untuk transportasi umum atau kendaraan dinas di instansi. a�?Kalau dikasi kami senang saja terima,a�? ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Wayan Sugiartha menyayangkan sikap pemkot yang abai terhadap transportasi masal. Mestinya, gagalnya percobaan itu tidak dijadikan alasan. Masyarakat tidak bisa dijadikan kambing hitam dalam hal ini. Menurutnya, bila disosialisasikan dengan baik, masyarakat pasti akan menggunakannya.

a�?Masalahnya adalah keinginan dari pemerintah yang tidak ada,a�? kritik politisi PDIP ini.

Pengadaan alat transportasi publik juga harus diimbangi dengan sistem pelayanan yang memadai. Tidak sekedar mengadakan, tapi pelayanan tidak nyaman. Jelas warga tidak mau menggunakannya. Sebaliknya, bila pelayanan bagus, warga dibuat senyaman mungkin, tidak lama menunggu dan sebagainya, tentu peminat akan terus bertambah.

Ia tidak ingin, hanya karena kondisi saat ini masih lancar-lancar saja. Kemudian pelayanan di bidang ini diabaikan. a�?Kita harus berpikir ke depan, jangan melihat yang sekarang saja. Kondisinya bisa semakin parah,a�? tandas Wayan. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys