Ketik disini

Metropolis

Keren! NTB Siapkan Paket Wisata Khusus

Bagikan

*Antisipasi Wisatawan Anjlok Saat Ramadan

MATARAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB kini tengah menyiapkan strategis khusus agar kunjungan wisatawan pada bulan Ramadan tidak menyusut. NTB, kata dia, siap memberikan nuansa spesial kepada para wisatawan yang hendak berkunjung.

“Kita siapkan paket wisata khusus selama Ramadan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB Lalu Muhammad Faozal kepada Lombok Post, kemarin.

Selama ini, kata Faozal, kunjungan wisatawan muslim, baik domestik maupun mancanegara memang cenderung menurun selama Ramadan. Mereka biasanya membatasi aktivitas berlibur karena fokus menjalankan ibadah.

Mengantisipasi penurunan ini, paket wisata khusus Ramadan pun sengaja disiapkan Disbudpar NTB bekerja sama dengan para pelaku wisata. Tujuannya, agar wisatawan bisa tetap menikmati liburan selama Ramadan tanpa mengganggu rutinitas ibadahnya.

“Paket khusus Ramadan ini erat kaitannya dengan konsep wisata reliji yang memang mulai kita usung,” jelas Faozal.

Paket khusus itu, lanjutnya, akan mengajak para wisatawan untuk melihat secara langsung berbagai tradisi dan keunikan puasa di NTB. Sudah menjadi rahasia umum bahwa berbagai daerah di NTB memiliki banyak tradisi unik yang dilakoni warga secara turun temurun tiap bulan puasa. Ini dianggap potensial dikemas jadi paket wisata.

Ia mencontohkan, beberapa hal yang mampu menarik wisatawan tersebut seperti, menikmati kuliner khas Ramadan di NTB. Salat tarawih maupun berbuka puasa di masjid-masjid. Maupun melihat tradisi tadarus di kampung-kampung. “Berwisata selama bulan Ramadan di NTB, dengan melakukan berbagai aktivitas religius akan menjadi pengalaman yang sangat unik dan mengesankan,” kata Faozal.

Paket khusus Ramadan ini juga diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan muslim di NTB. Sehingga, target dua juta wisatawan tahun ini pun bisa terpenuhi. “Tidak saja wisatawan muslim domestik. Melainkan juga dari Malaysia. Sejauh ini, kunjungan wisatawan Malaysia itu paling tinggi,” pungkas Faozal. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *