Ketik disini

Headline Kriminal

Mahrip Dibui Setahun

Bagikan

MATARAM – Terdakwa kasus SPPD fiktif, H Mahrip akhirnya divonis di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, kemarin. Mantan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) tersebut divonis majelis hakim setahun penjara dan denda Rp 50 juta subisider kurungan dua bulan.

Sidang yang dipimpin hakim Sutarno, dengan hakim anggota Edward Samosir dan Moch Idris itu dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Majelis hakim sendiri membacakan vonis putusan hampir sejam. Dalam surat putusan bernomor: 5/Pid.Sus.TPK/2015/PN.MTR itu juga majelis membacakan dakwaan jaksa dan hal-hal yang berkaitan dengan perkara.

a�?Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berjama’ah dan berlanjut,a�? ujar Sutarno. a�?Terdakwa dikenakan dakwaan subsidairitas,a�? Sambungnya membaca putusan.

Terdakwa telah melanggar pasal 3 UU Tipikor. Yakni terbukti telah menyalahgunakan kewenangan jabatan, kesempatan sebagai Wabup Lobar pada saat itu. Hingga menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 431.675.000, seperti hitungan BPKP. Unsur-unsur Tipikornya sudah terpenuhi secara hukum dalam dakwaan subsider.

Adapun hal-hal yang meringkankan terdakwa adalah, terdakwa kooperatif selama proses persidangan. Serta terdakwa juga telah menyerahkan uang kerugian negara sejumlah seperti dalam temuan BPKP wilayah NTB.

Dibacakan juga oleh majelis hakim, pembelaan dari tim kuasa hukum terdakwa. Mereka majelis hakim memvonis dengan sebijak-bijaknya. Selain itu mengingat faktor usia dari terdakwa sendiri yang sudah menua, yang saat ini sudah berusia 57 tahun. Bahkan, sempat sebelum memasuki sidang, Mahrip mengaku flu berat.

Sementara menanggapi vonis majelis hakim tersebut, terdakwa H Mahrip didampingi tim kuasa hukumnya, Edy Rahman, Yusnan Wadi, dan mengaku menerima putusan tersebut. a�?Saya terima putusan ini dengan ikhlas,a�? ujar H Mahrip.

Ia menyampaikan, itu adalah takdir Allah yang harus ia hadapi sebagai mantan pejabat. Sedangkan, kuasa hukumnya Edy Rahman, meminta majelis hakim agar tidak membebankan sepenuhnya kerugian negara tersebut kepada kliennya saja. Sebab, seperti yang sudah dibacakan dalam pledoi pekan lalu, uang tersebut juga dinikmati mantan ajudannya, L Fathon Ahmisa yang kini juga sudah menjadi tersangka.

Sedangkan, JPU, Budi menyampaikan masih mempertimbangakan vonis tersebut. a�?Saya masih pikir-pikir dulu yang mulia,a�? ujar Budi. (deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys