Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

MEA, Pasar Modal Sertifikasi Internasional

Bagikan

JAKARTA – Pasar Modal Indonesia semakin percaya diri menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Terutama setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih berbagai sertifikasi level internasional dan menjadi yang pertama di kawasan ASEAN.

BEI kemarin menerima sertifikat ISO 27001 dari British Standard Institute (BSI) karena dinilai telah menerapkan manajemen risiko terutama untuk menjaga kualitas layanan dan keamanan informasi perusahaan. “Informasi merupakan aset yang sangat penting di dalam industri pasar modal. Terlebih bagi BEI karena informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan oleh seluruh pelaku di industri pasar modal,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di gedung BEI.

Sertifikat ISO 27001 diraih BEI bertahap sejak 2012 dimulai dari lingkup fungsi pengawasan transaksi. Tahun berikutnya, salah satu regulator di pasar modal itu meraih ISO yang sama mencakup fungsi Manajemen Risiko, Kepatuhan Anggota Bursa, Keanggotaan, Sekretaris Perusahaan, dan Pencatatan.

Pada 2014, BEI mendapat sertifikasi untuk fungsi operasi Teknologi Informasi, Manajemen Proyek Perkantoran Teknologi Informasi, Pengembangan Teknologi Informasi, Riset dan Pengembangan, dan Manajemen Disaster Recovery Center (DRC).

“Sertifikat terbaru ini sangat penting karena terkait informasi. Baik informasi tertulis, tercetak, maupun elektronik. Tidak dapat dihindari dan sangat dibutuhkan bagi kelangsungan bisnis perusahaan baik di tingkat internal maupun eksternal,” ulasnya.

Semua informasi di pasar modal, kata dia, berkaitan dengan upaya meningkatkan layanan dan kepercayaan dari seluruh pihak terutama investor terhadap pasar modal Indonesia khususnya BEI. Sama pentingnya dengan upaya memerkuat infrastruktur. “Kami lihat dari kacamata pengawas, ISO yang didapat BEI bukti komitmen tingkatkan kualitas dan layanan. Dengan dimulainya Asean Economic Community (MEA) di akhir tahun ini bisa dikatakan era highly competition. Yang memenangkan sertifikat termasuk yang paling siap bersaing di dalamnya,” ungkapnya.

Nurhaida meminta BEI tetap komitmen dan fokus menjaga level yang sudah diraih. Pihaknya akan terus mengawasi. “Mudah-mudahan dari waktu ke waktu karena akan ditinjau terus, bisa konsisten,” harap Nurhaida.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengatakan pihaknya sebelumnya meraih sertifikat ISO 9001 dan berlanjut ke ISO 27001. “Komitmen kami mengacu standar internasional untuk membawa kredibilitas bursa tingkat dunia,” akunya.

Dengan sertifikat terbaru itu, lanjutnya, bukan saja sudah mengacu international best practice tapi juga akan menjadi model contoh (role model) bagi perusahaan-perusahaan di industri pasar modal terutama emiten (perusahaan tercatat). “Penerapan sistem keamanan informasi untuk menjaga pentingnya informasi perusahaan terutama yang bersifat rahasia. BEI adalah bursa pertama di Asean yang mendapatkan ISO 27001,” paparnya.

Managing Director BSI Indonesia, Yuan B Handayana, mengatakan untuk sertifikasi terbaru ini BEI telah memenuhi standar tentang bagaimana mengelola informasi di pasar modal termasuk informasi yang sifatnya rahasia dan akurasi dalam penyampaiannya. “Cara penilaian kami menyangkut banyak aspek dan sangat detil,” katanya.

Misalnya staf di BEI yang mengelola data informasi itu saat makan siang dan meninggalkan komputer di meja kerjanya, bagaimana agar tetap aman dan bagaimana itu tetap terjaga setiap waktu agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan.

BSI, kata dia, tidak banyak memberikan sertifikasi seperti ini. Sejauh ini baru ada 13 perusahaan yang mendapatkan sertifikat sejenis meskipun yang dinilai dan berupaya mendapatkannya terdiri atas ratusan perusahaan di Indonesia. (gen/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *