Ketik disini

Kriminal

Pasang CCTV, Polisi Datang, BB Zonk

Bagikan

* Begini Cara Bandar Narkoba Hindari Kejaran Polisi

Bandar narkoba di Mataram sudah canggih. Demi menghindari kejaran polisi, segala cara dilakukan. Salah satunya dengan memasang CCTV di setiap sudut rumahnya.

***

BANYAK penjahat tertangkap setelah kejahatannya terekam CCTV. Tapi ternyata banyak juga penjahat yang berhasil kabur atau setidaknya menghilangkan barang bukti karena memasang CCTV di sekitar rumahnya. Itu dilakukan untuk memantau kedatangan polisi.

Seperti di rumah KM, orang yang diduga bandar narkoba golongan satu jenis sabu sabu. Pada 19 Mei lalu, Tim DIT Narkoba Polda NTB dipimpin Kasubdit II AKBP Komang Satra mendatangi rumah KM di Karang Medain. Niat polisi tentu melakukan penggerebekan. Sebab, banyak bukti sudah dikumpulkan. a�?Waktu itu KM memang sudah jadi TO kita (target operasi),a�? kata Komang.

Mengerahkan dua anjing pelacak, polisi menyasar setiap sudut rumah tersebut. Tidak ada yang terlewatkan. Termasuk kamar dua orang anak KM yang terlihat sudah remaja.

Namun KM hanya menanggapi kedatangan polisi tersebut dengan santai. Ia malah sempat meminta sebatang rokok dari seorang wartawan tanpa rasa canggung. a�?Nggak ada apa-apa pak, periksa aja,a�? katanya sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.

Di saksikan Kepala Lingkungan Karang Medain, polisi tidak melewatkan satu ruangan pun yang berada di rumah tersebut. Polisi juga menutup area tersebut dari ratusan warga yang bejubel karena penasaran. Namun, hingga 30 menit penggerebekan, polisi tidak mendapatkan hasil maksimal.

Di tengah sengatan terik matahari, puluhan polisi hanya menemukan plastik klip bening dan alat timbangan saja. a�?Kita menduga KM sudah memantau kedatangan kami lewat CCTV yang dipasang di depan gerbangnya, dan BB-nya dibuang ke WC,a�? cetus Komang.

Namun polisi tetap membawa KM beserta istrinya yang dari awal memang nampak santai menerima kedatangan polisi. Iya terlihat sudah sangat siap dengan kedatangan para apaarat hukum tersebut. Sampai ia dibawa ke Mapolda NTB pun ia masih sangat terlihat santai.

Pasutri ini bahkan berpelukkan di depan warga yang menonton. Layaknya Jack dan Rose di film Titanic, KM memeluk istrinya dari belakang sambil berjalan kearah mobil operasional kepolisian, seperti tidak menghiraukan kehadiran ratusan warga dan para polisi yang berada di tempat tersebut.

Tidak hanya di Karang Medain, kondisi nyaris sama juga terjadi saat penggerebekan di Desa Karang Bagu. Di salah satu rumah terduga, polisi lagi-lagi menemukan CCTV. Penggerebekan yang dilakukan pada Minggu 31 Mei lalu itu adalah lanjutan dari penggerebekkan yang dilakukan malam sebelumnya.

Hari itu polisi menggeledah banyak rumah yang diduga sebagai tempat pengedar besar barang haram tersebut. Tiga rumah yang menggunakan CCTV digerebek. Salah satunya adalah sebuah rumah yang tampak seperti sebuah bengkel las.

Tapi jangan salah, meskipun tampaknya seperti rumah tidak berpenghuni, rumah tersebut memasang sampai empat CCTV. Bahkan salah satu CCTV yang tersembunyi di sebuah tembok terpasang di sebuah lorong jalan menuju ke arah rumah tersebut. Dan CCTV lainnya berada di depan halaman hingga dalam kamar rumah tersebut.

Lagi-lagi siang itu pun polisi tidak menemukan sang pemeran utama yang diketahui adalah seorang wanita berinisial FT. Polisi hanya menemukan beberapa pemuda di bawah umur yang saat itu berada di dalam sebuah kamar yang dipenuhi boneka.

Meski tidak ditemukan sabu, polisi menemukan sejumlah bong hisap dan sebuah senjata api laras panjang yang sudah dimodifikasi. a�?Memang rata rata sekarang para bandar menggunakan CCTV,a�? sesal Komang.

Dengan adanya alat canggih tersebut, lanjut Komang, polisi memang banyak terbantu. Namun banyaknya penjualan dan mudahnya di temukan alat tersebut, para penjahat juga memanfaatkan kecanggihan teknologinya. a�?Dengan dimanfaatkannya CCTV oleh para penjahat, kita memang mendapatkan kesulitan,a�? imbuh Komang.

Namun Komang kembali menegaskan, hal tersebut bukan berarti pihaknya akan berdiam diri. Pihaknya sudah melakukan banyak antisipasi terkait penggunaan CCTV oleh para pelanggar hukum tersebut. a�?Kita sudah melakukan banyak penyuluhan dan sosialisasi, melibatkan banyak pihak seperti para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah,a�? ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut membantu kerja polisi dalam menuntaskan peredaran barang perusak bangsa tersebut. Ia mengharapkan masyarakat juga berperan untuk memperingatkan anak anaknya, keluarga atau para tetangganya untuk tidak terlibat sebagai pengguna maupun pengedar.

a�?Kita himbau kepada Masyarakat agar menjaga anaknya atau keluarganya. Masyarakat memang diwajibkan memberi kita informasi jika mengetahui hal-hal yang melanggar hukum,a�? tandasnya. (tim/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *