Ketik disini

Headline Tanjung

Pelaku Pungli Kepergok Aparat

Bagikan

TANJUNG – Oknum yang mengaku anggota Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI), diduga melakukan pungutan liar (Pungli) di Terminal Tanjung. Bahkan, oknum ini melakukan pemungutan hanya berdasarkan kartu tanda anggota SPI yang diketuai salah seorang anggota DPRD Lombok Utara Sengrajib.

Kasat Pol PP Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari Dishubkominfo. Mereka diminta mengecek dugaan adanya pungli oleh oknum yang mengaku anggota FSPTI yang berada di bawah SPI Cabang Lombok Utara.

Mendapat laporan, Satpol PP beserta polisi dan TNI turun ke lapangan. Alhasil, tim menemukan oknum itu melakukan pungli kepada sopir transportasi barang di Terminal Tanjung. Jumlah pungutan yang ditarik di setiap sopir sekitar Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu per hari.

a�?Kami sudah mulai turun mengecek ke terminal. Hasil itu mereka setorkan ke ketua pengurus mencapai Rp 400 ribu per bulan,a�? bebernya.

Dikatakan Anding, Dishubkominfo mengendus praktik pungli itu sejak lama. Mereka mempertanyakan penarikan retribusi yang tidak masuk ke daerah. Dishubkominfo pun mengirimkan surat ke Satpol PP guna melakukan pengecekan ke lapangan.

a�?Besaran yang mereka tarik tergantung dari jenis kendaraan transportasi yang masuk seperti mobil box maupun kendaraan yang mengangkut barang lainnya,a�? imbuhnya.

Anding menambahkan, pungutan yang dilakukan oknum ini hanya mengantongi kartu tanda anggota SPI yang diketuai salah seorang anggota DPRD Lombok Utara.

Tim gabungan menertibkan penguan ini karena dasar pungutan yang dilakukan oknum ini tidak ada sama sekali.
a�?Kami akan pantau Terminal Tenjung selama beberapa hari kedepan. Surat perintah sudah dipegang oleh tim, mulai 8 hingga 13 Juni ini,a�? pungkasnya.

Sementara itu, Ketua SPI Lombok Utara yang juga anggota DPRD Lombok Utara Sengrajib membantah adanya pungutan yang disetorkan kepadanya. Namun, memang benar FSPTI itu dibawah koordinasi SPI.

Terkait adanya pungutan itu tidak diketahuinya sama sekali. a�?Untuk pengutan itu anggota dibebankan pembuatan kartu. Kalaupun ada pungutan juga itu iuran untuk berdasarkan kesepakatan anggota dan mengetahui kami,a�? tegasnya.

Disebutkannya, ada beberapa lembaga dibawah SPI seperti SPTI, NIBA maupun koperasi yang memiliki pengurus sendiri dan terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Lombok Utara. Jumlah anggota SPI sendiri hanya 9 orang saja, sedangkan untuk lembaga serikat lainnya mencapai 71 orang.

a�?Terkait pungutan itu, tidak ada sama sekali. Kalaupun ada berdasarkan kesepatakan semua anggota,a�? tandasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *