Ketik disini

Kriminal

Sakit, HR Dipulangkan

Bagikan

MATARAM – Tersangka HR, selaku rekanan pemilik toko bangunan penyalur barang dalam proyek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), tiba-tiba sakit. Karena itu, ia diizinkan pulang pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, siang kemarin (8/6).

Ia sendiri mendatangi Kejari sekitar pukul 13.30 Wita. Berangkat dari Desa Akar-Akar Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengendarai sepeda motor. Saat di Kejari, ia didampingi tim kuasa hukumnya.

HR, yang saat itu mengenakan sarung serta jaket sweater nampak letih. a�?Ini dia baru nyampe,a�? ujar Kasi Pidsus Kejari Mataram, Herya Sakti Saad, pada wartawan.

Kemarin, memang merupakan jadwal pemanggilan untuk tersangka. Sebelumnya, ia pernah mangkir dengan alasan sakit, seperti surat yang dilayangkan sebelumnya ke Kejari.

Tidak lama kemudian, tersangka keluar dari ruangan dan langsung menuju tempat parkir. Namun, wartawan sempat mencegat untuk dimintai keterangan. Sayang, HR enggan berkomentar sedikitpun. Akhirnya, kuasa hukum tersangka, L Armayadi mengatakan, kondisi kliennya belum bisa diwawancara. a�?Untuk saat ini klien kami tidak bisa dimintai keterangan,a�? ujarnya.

Sebab, masih dalam keadaan sakit. Bahkan, kata Armayadi, baru sampai di halaman parkir Kejari, HR oleng menabrak pohon. a�?Kita langsung bawa dia ke RS Bhayangkara tadi,a�? tambah Armayadi.

Herya mengatakan, tersangka diketahui sedang dilanda penyakit. Malah seperti orang ayan. a�?Dia kayak gak kenal siapa-siapa,a�? ujarnya.

Pihak Kejari sendiri merekomendasikan kepada pengacara tersangka, agar kliennya tersebut dibawa dulu ke RS Jiwa.

Sementara dua orang yang sebelumnya menjadi saksi kasus tersebut, menjadi tersangka. a�?Mereka malah menjadi tersangka atas kasus yang sama,a�? tutur Herya.

Keduanya, Taufiq Haeruddin dan Mulyanto. Taufik sendiri adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kemenpera RI. Jabatannya di Kemenpera sendiri sebagai Deputi Pemeberdayaan Rumah Swadaya. Sedangkan Mulyanto selaku konsultan pengawas proyek tersebut.

a�?Kita sudah jadwalkan untuk pergi langsung ke Kupang untuk memeriksa kedua tersangka tersebut,a�? sambung Herya.

Namun, karena salah satu dari kedua tersangka sedang sakit, yakni Mulyanto, rencana itu dibatalkan. Ke depan, jika sudah pulih, maka pihak Kejari Mataram, akan memeriksa keduanya sekaligus.

Untuk diketahui kedua orang itu menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi BSPS Kota Kupang. Sasarannya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Sikumana dan Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa.(deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *