Ketik disini

Giri Menang Headline

Bentuk Pansus, Dewan Urus Aset Tercecer

Bagikan

GIRI MENANG – Dewan Lobar ikut ambil bagian dalam menelusuri aset. Mereka bahkan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menangani aset yang masih dihantui masalah.

Pembentukan pansus ini tidak terlepas dari banyaknya aset Lobar yang tercecer. Terutama aset tidak bergerak seperti tanah. Selain itu, pansus ini bertugas menyelesaikan sengketa aset yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Ketua Pansus Aset DPRD Lobar, Zulkarnaen mengaku, sebetulnya masih banyak aset Pemkab Lobar yang belum teridentifikasi. Khususnya aset yangtidak bergerak.

”Pansus diberikan waktu selama satu bulan. Jika tidak cukup, kami akan berkoordinasi dengan Banmus untuk diperpanjang,” katanyakepada wartawan, kemarin.

Pansus ini dibentuk untuk menelusuri aset tidak bergerak. Menurut dia, pansus akan mengidentifikasi dan menginventarisir aset yang ada di Kota Mataram. Disamping itu, pihaknya dibebani pula untuk mengindentifikasi aset Lobar yang bersengketa dengan warga. ”Untuk aset yang ada di KLU berharap peran serta pemerintah masing-masing,” pintanya.

Zulkarnaen sendiri mengaku belum mengetahuinya secara pasti. Nantinya, dewan akan berkoordinasi dengan Kantor Aset Daerah mengenai aset yang bakal ditelusuri itu. ”Jumlahnya kami belum bisa tentukan. Kami bekerja dulu,” ungkap politisi Golkar ini.

Untuk aset yang bersengketa dengan warga, Zulkarnaen menyebutkan berada di Desa Rumak dan Desa Kuranji. Sengketa aset itu sudah sampai pada prose gugatan dan dimenangkan warga. ”Itu juga yang perlu kami telusuri. Bagaimana proses jual beli, hingga munculnya gugatan itu,” tandasnya.

Khusus di Mataram, Pemkab Lobar bersengketa dengan pengusaha asal Jakarta, Arifin Ibrahim terkait tanah eks RPH Loang Baloq. Ada pula sengketa dengan Pemkot Mataram untuk lahan di Ampenan. Pemkot Mataram memiliki sertifikat sebagai alas hak kepemilikan tanah tersebut. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *