Ketik disini

Headline Sumbawa

Dewan Gedor PT Seger

Bagikan

*Diindikasikan Cemari Lingkungan

SUMBAWA – Hearing pembahasan dampak limbah PT Seger Raya yang dikeluhkan warga Lapas Kelas IIA Sumbawa yang difasilitasi Komisi I dan Komisi II DPRD Sumbawa kemarin gagal. Pihak dewan terpaksa menjadwal ulang pertemuan pekan depan karena pihak PT. Seger Raya selaku yang diprotes tidak hadir. Pihak Lapas Sumbawa, Lembaga Bantuan Hukum Samawa (LBHS), Kepala KPPT, pihak dari BPMLH bersama pihak dewan akhirnya sepakat melakukan sidak ke gudang yang berada tepat di samping Lapas Sumbawa itu.

Di lokasi pabrik bahkan sempat terjadi ketegangan ketika pihak Lapas bertemu dengan Wakil Pimpinan Cabang PT Seger Raya, Ferry yang dinilai tidak mengindahkan teguran pihak Lapas. Nada cukup keras yang dilontarkan pihak Lapas dan sempat ditenangkan pihak dewan membuat pihak perusahaan merasa tersinggung. Termasuk ratusan pekerja yang kemarin tengah berada di lokasi pabrik.

“Kenapa sampai sekarang protes kami tidak digubris. Kami di lapas merasa sangat terganggu dengan suara dan debu yang dihasilkan pabrik ini. Warga binaan juga bahkan banyak yang sakit. Kami tidak minta kalian tutup tapi harus memperhatikan kondisi lingkungan,” ujar Kalapas di lokasi pabrik.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group) di lokasi, ada ratusan ton jagung yang ditampung untuk dibersihkan. Di area parkir, puluhan truk dengan muatan penuh juga ngantri untuk dilakukan pembongkaran muatan. Sedangkan di sekitar lokasi pabrik khususnya di perbatasan dengan wilayah Lapas, daun-daun pohon yang ada terlihat putih akibat debu jagung. Hanya saja suara bising yang menjadi salah satu point yang diprotes pihak Lapas tidak begitu terdengar.

Wakil Pimpinan Cabang PT Seger Raya, Ferry mengakui, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan. Termasuk dalam menyikapi adanya protes dari pihak Lapas Sumbawa terkait masalah limbah tumpi (debu akibat pembersihan Jagung) maupun suara bising mesin pabrik. Namun dia mengakui, semuanya tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kita terus berbenah namun secara bertahap. Untuk keluhan kebisingan kita bahkan sudah memasang peredam. Begitu juga untuk keluhan limbah tumpi, kita juga sudah pasang kawat jaring meskipun mungkin belum bisa sepenuhnya tapi kami punya komitmen untuk terus menjadi lebih baik. Kalau masalah izin, kita lengkap,” katanya kepada wartawan di lokasi pabrik, kemarin.

Usiai sidak ke PT Seger, rombongan dewan yang dipimpin Ketua Komisi I, Syamsul Fikri dan anggotanya bersama Wakil Ketua Komisi II, Salman Al Farizi, Kepala KPPT Wirawan Ahmad dan pihak BPMLH menuju Lapas Sumbawa.

Di dalam Lapas, rombongan sudah ditunggu ratusan warga binaan yang kompak meminta PT Seger tidak lagi beroperasi apabila tetap menimbulkan masalah. Bahkan mereka mengancam akan mendobrak Lapas Sumbawa dan menyerbu PT Seger bila persoalan ini tidak segera ditangani. Pasalnya, warga binaan merasa sangat terganggu dengan suara bising mesin pabrik maupun debu. Bahkan ada warga binaan yang mulai sakit koreng. Hasil sidak kemarin akan menjadi salah satu bahan kajian dan analisa dan akan dibahas pada pertemuan pekan depan. (aen)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys