Ketik disini

Bima - Dompu

Gawat, Bocah Pesta ‎Psikotropika

Bagikan

WOHA – Penyalahgunaan psikotropika kian mengkhawatirkan. Salah satu jenis obat yang kerap digunakan adakah Tramadol.

Pil peredam rasa nyeri itu kini sudah disalahgunakan untuk mabuk-mabukan. Tablet ini sudah merambah ke sejumlah kalangan, baik tua, muda bahkan anak-anak.

Belum lama ini, seorang bocah di Desa Tente, Kecamatan Woha kepergok membawa 2 papan tramadol. Diduga, bocah yang enggan disebutkan namanya ini hendak berpesta tramadol. Beruntung, niat bocah tersebut lebih dulu dihadang Babinsa desa setempat.

Kades Tente Setia Dermawan mengaku, peredaran tramadol di desa tersebut sudah mulai marak. Kondisi itu dipicu karena pedagang di pasar Tente menjual barang tersebut secara bebas.

“Tramadol sekarang sedang trend di wilayah Woha. Bahkan, peredaran obat tersebut kini mulai merambah ke anak-anak,” ujarnya, Senin (8/6).

Kata dia, para bocah bisa membeli obat tersebut secara bebas di pasaran. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah desa setempat.

“Mengantisipasi hal ini, pemerintah desa bersama Babinsa, dan Babinkamtibmas terus melakukan razia tramadol,” ungkapnya.

Dia membenarkan adanya penangkapan bocah pemakai tramadol. Bocah tersebut ditangkap pada Minggu (7/6) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dari pengakuan bocah itu, tramadol dibeli dari salah satu pedagang Tente Rahma, 40, warga Dusun Kananga. Menindaklanjuti pengakuan bocah tersebut, pihaknya kemudian memanggil Rahma untuk dimintai keterangan.

“Setelah kami korek-korek informasi dari Rahma, ternyata obat tersebut diperoleh dari Saleh warga Tente juga,” urai kades.

Tidak sampai di situ saja, pemdes, Babinkamtibmas dan Babinsa setempat juga memanggil Saleh. Pengakuan Saleh mengarah ke apotik Surabaya. Awalnya obat yang sudah disejajarkan dengan narkoba ini dibeli dari apotik tersebut. Kemudian dijual oleh Evi yang merupakan anak kandung Saleh.

“Semuanya telah kami periksa, dan sudah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi. Jika ditemukan lagi, maka diancam dengan hukuman penjara,” tandasnya.

Diakui Dermawan, penjual dan pemakai tramadol di Tente sudah sering ditangkap. Namun pelakunya berbeda. Hingga awal Juni ini, mereka sudah menangkap warga Tente sebanyak 5 orang dengan kasus yanga sama.

Mereka merupakan penjual dan pemakai tramadol. Selain itu pihaknya juga sudah memberi pembinaan kepada kelima orang tersebut.

“Kami terus berupaya meminimalisir peredaran pil yang sudah masuk golongan narkoba ini,” pungkasnya. (ory/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *