Ketik disini

Metropolis

Pengusaha Hiburan Siap Tutup Usaha

Bagikan

* Gaji dan THR Tetap Dibayar

MATARAM – Pelaku usaha hiburan siap tutup selama Ramadan. Mereka tidak akan beroperasi selama umat Islam menjalankan ibadah puasa.

”Jangankan satu bulan, dua tiga bulan kalau itu kebijakan pemerintah kami siap patuhi,” kata Head Manager Inul Vizta Lombok, Lalu Muhammad Syafei pada Lombok Post, Selasa (9/6).

Safei menjelaskan, sebagai perusahaan berskala internasional. Manajemen perusahaan sudah menekankan dari awal taat hukum. Siapapun yang menjadi pimpinan cabang di setiap daerah, maka mereka harus tunduk pada aturan yang berlaku.

Sebagai perusahaan legal, pihaknya tidak pernah dididik untuk melawan aturan. Termasuk terhadap imbauan Wali Kota Mataram agar pemilik hiburan tutup selama puasa. Mereka akan mematuhinya. ”Sebab kalau kami melanggar, maka yang terkena adalah kami sebagai pimpinan sendiri,” ujarnya.

Selain itu, karena rumah bernyanyi Inul Vizta merupakan perusahaan franchisee. Mereka juga menjaga nama baik, sehingga bila pihaknya melanggar atau merugikan, sewaktu-waktu mereka bisa mencabut merek usahanya. ”Tidak ada alasan bagi kami melanggar aturan,” ujarnya.

Safei menambahkan, meski akan tutup satu bulan penuh. Ia menjamin, perusahaan akan tetap memberikan gaji dan tunjangan hari raya kepada karyawan. Hak-hak para pekerja akan tetap diberikan. Dengan tutup satu bulan, mereka tidak akan rugi.

Sebab anggaran tersebut sudah disiapkan jauh-jauh hari dalam perencanaan belanja perusahaan. Dimana saat ini Inul Vista memiliki 45 orang karyawan. ”Kami sudah siapkan gaji dan THR bagi semua karyawan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib menjelaskan, pihaknya sudah mengumpulkan para pemilik hotel dan pengurus Asosiasi Hotel Mataram (AHM). Dalam pertemuan itu juga disampaikan agar mereka mematuhi imbauan wali kota.

”Imbauan wali kota akan kami pertegas dengan bersurat kepada pemilik usaha hiburan, hotel dan restoran,” terang mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Mataram ini.

Pengawasan juga tetap dilakukan, baik secara tertutup maupun terbuka. Pengawasan tertutup menggunakan warga setempat yang peduli terhadap lingkungan.  Sementara pengawasan terbuka dilakukan satgas pariwisata, juga Satpol PP Kota Mataram. ”Kami menjamin Ramadan di Mataram akan tertib dan lancar,” katanya.

Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan agar semuanya merasa aman. Bila tetap membuka, dikhawatirkan ada kelompok masyarakat yang protes. Hal ini tentu merugikan usaha mereka sendiri.

Latif menekankan, jika ada pelaku usaha yang melanggar, tentu ada sanksi-sanksi yang akan diberikan. Termasuk meninjau kembali izin usaha mereka. Namun langkah persuasif agar Mataram tetap kondusif, masyarakat dan penguasha sama-sama nyaman. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *