Ketik disini

Metropolis

Puluhan Peserta SBMPTN Terpental

Bagikan

* Gagal Ikuti Tes Tulis

 

MATARAM – Meski sudah tercatat dan mengantongi kartu peserta, bukan jaminan calon peserta mengikuti seleksi bersama masuk  masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) yang digelar panitia lokasi (Panlok) 65 Mataram. Puluhan calon peserta terlempar. Mereka tidak mengikuti tes tulis karena dianggap tak memenuhi syarat dalam pendaftaran sistem online .

Dari pantauan Lombok Post, beberapa peserta yang ikut tes tulis SBMPTN di SMAN 3 Mataram  dikeluarkan dari ruangan, karena tidak memenuhi syarat pendaftaran. Mereka tak bisa melawan karena panitia menyuruhnya keluar. Salah satunya, Nurul Ayuni Arifin. Nurul tidak sanggup menahan tangis ketika panitia SBMPTN mengeluarkannya dari ruang SMAN 3 Mataram.

Nurul sapaan akrabnya, dikeluarkan panitia karena tak ada foto di data panitia. Di kartu pesertanya sudah lengkap dengan foto. Saat dicek ternyata tidak ada foto. Nurul meminta keluarganya datang mengkonsultasikan permalasahan yang dihadapi. Sayang, peserta dari Sumbawa itu tetap tidak bisa ikut. Ini sesuai dengan kebijakan panitia.

‘’Ini kelalain sistem. Sehingga adik saya menjadi korban,’’ kata Akmal, keluarga Nurul.

Akmal menilai, kesalahan terjadi karena sistem. Kartu peserta tak mungkin bisa diprint jika sistem tidak setuju. Ia mengklaim, Nurul sudah melengkapi semua syarat SBMPTN.

“Hanya saja permasalahan foto yang membuat calon peserta tidak bisa ikut tes,” sambungnya.

Bukan hanya Nurul saja dikeluarkan. Ada beberapa peserta lainnya mengalami hal serupa. Calon peserta tidak bisa mengupload foto aslinya, diantaranya Ahmad Yani, dari Praya Lombok Tengah. Saat diminta tanda tangan daftar kehadiran tidak sesuai dengan foto. Sehingga pengawas ruang mengeluarkannya.  Peserta lainnya, Vivin Rustina dari Bima tidak bisa mengikuti ujian. Karena kehilangan kartu ujian.

“Sudah saya letakkan kartu ujian saya di tas tapi waktu saya mau keluarkan sudah tidak ada. Saya datang jauh-jauh tapi tidak bisa ikut ujian.” katanya sembari memangis.

Ada juga L Abdurrahman dari Pringgarata Lombok Tengah yang juga tidak diperkenankan mengikuti SBMPTN. Dikatakan, dia sudah mendownload online. Sayang, foto tidak bisa diupload, meski sudah dicoba berulang-ulang.

“Saya tidak bisa mengikuti ujian, hanya gara-gara tidak ada foto pada kartu peserta,” akunya.

Ketua Panlok 65 Mataram HL Wira Saptakaryadi  menyebut, tidak adanya foto tersebut sebagai modus perjokian. Peserta yang tidak menyertakan foto pada pendaftaran online, secara otomatis tidak bisa mengeluarkan print out.

“Tidak diperkenankan mengikuti tes. Itu ketentuan dari pusat, ini tidak bisa disepelakan’’ sambungnya.

Kata dia, kesalahan dalam pendaftaran online kemungkinan kecil terjadi. Sistem sudah diuji berkali-kali.

‘’Sebelum pelaksanaan tes SBMPTN kami sudah memberikan waktu untuk mengklarifikasi bagi peserta ujian yang mengalami kesalahan pada saat mendaftar online,’’ terangnya.

Langkah itu, kata Wirasapta, untuk menghindari adanya kecurangan pada SBMPTN. Pihaknya sudah menghubungi Ketua Bidang IT bagi para peserta yang mempunyai kesalahan. Tapi, hanya ada beberapa orang saja yang datang mengklarifikasi

‘’Tak ada foto maka kami tak bisa ikutkan,’’ tandasnya.

Ditambahkan, dalam tes sendiri, ada puluhan peserta gagal ikut tes, karena tidak memenuhi persyaratan. Ia juga menemukan dua calon peserta yang salah masuk tes.

‘’Ada juga dari Panlok Denpasar dan Kupang datang  ke sini. Ini juga kesalahan fatal,’’ tukasnya.

Tes SBMPTN diikuti 11.928 peserta, memperebutkan 1.815 kursi dari 34 program setudi (prodi). Dalam tes tersebut dibagi dalam 499 ruang. Tes digelar di Mataram.(jay/cr-lie/r13/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *