Ketik disini

Politika

Robiatul Adawiyah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Bagikan

MATARAM – Anggota DPD RI Hj Robiatul Adawiyah SE kembali menyonyialisasikan empat pilar kebangsaan. Senin (8/6) lalu, sosialisasi disampaikan di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam, di Dusun Egok, Desa Sukamakmur, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Lebih kurang 160 orang terdiri dari pimpinan Ponpes Ittihad Al-Umam, guru, dan para santri menghadiri kegiatan tersebut. Bahkan sejumlah tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat setempat sangat antusias mengikuti program sosialisasi empat pilar bangsa itu.

Tampak hadir Kapolsek Gerung AKP Kadek Metria SSos SH dan perwakilan dari Kecamatan Gerung. Bahkan Kadek Metria sempat memaparkan materi tentang pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan. Menurut dia, masyarakat baik dari tingkat RT/RW hingga pemuda perlu menjalin komunikasi yang lebih intens.

Dalam pemaparannya, Robiatul Adawiyah menyampaikan empat pilar yang terdiri atas Pancasila sebagai dasar ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Kita harus meningkatkan pemahaman empat pilar kebangsaan sebagai bentuk antisipasi terjadinya dekadensi moral bangsa Indonesia.” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia juga menegaskan persoalan bangsa Indonesia yang menjadi sorotan terkait dekadensi moral atau melemahnya akhlak anak-anak bangsa. Artinya, selain memperkuat pemahaman terkait empat pilar kebangsaan, pendidikan agama sangat diperlukan sebagai modal utama menjaga moral bangsa.

Pengamalan nilai empat pilar kebangsaan itu diharapkan mampu menyaring pengaruh negatif dari kebudayaan asing. Termasuk ancaman gerakan yang mengarah pada pemecah belah kesatuan bangsa di antaranya paham radikalisme seperti halnya gerakan Islamic State of Iraq and Siriya (ISIS).

“Dengan begitu, bangsa yang bermoral senantiasa akan membentuk kematangan pribadi dalam menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar yang sekiranya dapat meruntuhkan kesatuan dan persatuan bangsa kita.” jelas senator yang juga dikenal dengan nama Dewi Rasyid itu.
Dikatakan, bangsa Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan terhadap isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Meningkatkan silaturahmi serta membangun komunikasi positif terhadap sesama dinilai dapat meminimalisasi pengaruh negatif dari luar.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dengan saling mengharagai perbedaan baik suku, budaya, dan agama demi terciptanya keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam kesempatan itu wakil masyarakat NTB di DPD RI itu juga memberikan bantuan untuk Yayasan Pendidikan Ponpes Ittihaad Al-Umam. (tan/*r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *