Ketik disini

Metropolis

Tiongkok Investasi Galangan Kapal

Bagikan

* Kepincut Global Hub Kayangan

MATARAM – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) rupanya telah menyiapkan rencana investasi di sektor pembangunan galangan kapal di NTB. Selain itu, negeri dengan ekonomi terkuat di dunia ini siap investasi di sektor kelistrikan dan infrastruktur.

Rencana investasi RRT itu disampaikan langsung Deputi Direktorat Jenderal Ekonomi Luar Negeri RRT Liu Jinsong pada Gubernur TGB HM Zainul Majdi di Kantor Kementerian Luar Negeri Beijing, Senin, waktu setempat.

a�?RRT menyatakan ketertarikan mereka untuk investasi pembangunan galangan kapal. Pemerintah daerah menyambut baik dan siap memfasilitasi,a�? kata gubernur melalui surat elektronik pada Lombok Post, tadi malam.

Gubernur tengah berada di RRT memenuhi undangan khusus Pemerintah RRT untuk menjajaki kerja sama investasi RRT di NTB. Gubernur bertolak dari Mataram pada 7 Juni lalu didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Ridwan Syah, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan H Aminollah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Agung Hartono dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H Husni Fahri.

Selain itu, turut dalam rombongan Kepala Biro Ekonomi H Manggaukang Raba, Kepala Biro Kerja Sama Sumber Daya Alam H Muhammad Rum, dan Kabag Humas dan Protokol Pemprov NTB Fathul Gani.

Gubernur mengatakan, selain berniat investasi galangan kapal, RRT juga melirik sektor infrastruktur, perikanan dan kelautan dan tenaga kelistrikan.

a�?RRT saat ini adalah negara yang sangat kuat di bidang ekonomi. Memiki sumber daya manusia yang unggul serta jaringan ekonomi global,a�? imbuh gubernur.

Menurut orang nomor satu di NTB ini, investasi RRT di sektor pembangunan galangan kapal itu, menyusul rencana Indonesia yang bakal mengembangkan Global Hub Kayangan di Lombok Utara.

Dalam pertemuan itu, Liu Jinsong menegaskan, pengembangan Global Hub Kayangan itu akan menjadi mata rantai tak terpisahkan, dari pengembangan ekonomi RRT yang kini mengembangkan Jalur Sutera. Jalur ini adalah jalur perdagangan sejak berabad-abad lampau, dari Nusantara ke Tiongkok.

Global Hub akan sangat berperan dalam menyatukan jalur perdagangan RRT di utara dengan kawasan selatan yang melalui Selat Malaka.

a�?Posisi Selat Lombok dalam konstelasi alur pelayaran berskala dunia sangat strategis,a�? kata Liu Jinsong dalam pertemuan dengan gubernur.

Pada saat yang sama, dibahas pula peluang investasi di Mandalika Resort dan investasi di kawasan Teluk Saleh, Moyo Tambora di Pulau Sumbawa, yang juga diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Usai pertemuan di Kemenlu RRT, gubernur dan rombongan melanjutkan pertemuan dengan Chinese Peoplea��s Institute of Foreign AffairA� (CPIFA ) di kantor lembaga tersebut yang berada di kawasan Istana Tua Forbidden City Beijing. Vice PresidentA� CPIFA, Lu Shumin didampingi Pejabat utama CPIFA yaitu Lan Lijun dan Peng Keyu menyambut gubernur dengan hangat.

Sementara itu, kemarin pukul 11.00 waktu Beijing, gubernur dan rombongan kembali menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri RRT Qian Hongshan di kantor Kemenlu RRT.

Wakil Menlu RRT sangat menghargai kehadiran Gubernur NTB. Wamenlu Hongshan menekankan agar hubungan yang sangat baik antara pemerintah RRT dan Pemerintah Indonesia saat ini dijadikan momentum untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan kerja sama yang saling menguntungkan dan didetailkan lagi di tingkat daerah.

Gubernur sendiri meyakini kunjungan khusus ke RRT bakal mendatangkan hasil yang nyata. Apalagi, kedua pihak sepakat bahwa hubungan langsung antara RRT ke pemerintah provinsi seperti NTB, akan lebih efektif dibandingkan selama ini kerja sama lebih dominan tersentralisasi dari pemerintah pusat.

Gubernur menekankan, bahwa hubungan NTB dengan RRT sudah terjalin sejak lama. Saat ini, tak kurang dari 40 ribu warga keturunan Tiongkok bermukim di NTB. Dan rata-rata mereka adalah elemen vital yang turut berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Sementara, Kepala BKPMPT NTB Ridwan Syah yang turut dalam rombongan gubernur dihubungi Lombok Post tadi malam mengatakan, gubernur dan rombongan telah meninggalkan Beijing menuju Hangzou, Ibu Kota Provinsi Zhejiang.

Rencananya, hari ini, Gubernur NTB dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Zhejiang, di kantor gubernur setempat. Pertemuan kedua gubernur, untuk menjajaki program sister province antara Zhejiang dengan NTB.

Zhejiang merupakan provinsi penghasil sutera terbesar di Tiongkok dan mempunyai sejarah lebih dari 1.000 tahun dalam pengelohan industri penting yang menjadi penyangga ekonomi Tiongkok. Antara lain industri mesin, bahan tekstil, dan bahan kimia. Pengembangan industri pariwisata di provinsi ini juga sangat maju.

a�?Selain mendongkrak sektor investasi, kunjungan Pak Gubernur ini juga terkait pengembangan pariwisata NTB, terutama untuk menarik minat wisatawan Tiongkok ke NTB,a�? tandas Ridwan. (kus/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys